Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dana Operasional Seret, Polisi Enggan Buru Pelaku

Tabanan

Minggu, 26 Juli 2009, 19:28 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Sederetan kasus pencurian besar yang terjadi di wilayah hukum Polres Tabanan seperti pencurian emas 2,218 Kg (25/6) dan pembobolan rumah Kades Banjar Anyar Kediri hingga kini belum terungkap. Padahal dari kedua kasus pencurian di kecamatan Kediri tersebut pelaku berhasil membawa kabur kurang lebih Rp 500 juta.

Lambanya polisi dalam menangani kasus tersebut diduga karena dana operasional yang turun ke msaing-masing anggota kerannya dikecilkan alias seret.

Beberapa sumber mengakui kalau dana operasional pengungkapan kasus sangat terbatas dan masih seret.

“Gimana mau ungkap pelaku pencurian, wong dananya aja kecil, sukur-sukur cairâ€Â jelas salah satu sumber yang mewanti-wanti namanya di korankan.

Kasatreskrim AKP Leo Martin Pasaribu, Minggu (26/7) belum bisa dihubungi terkait belum terungkapnya kasus pencurian tersebut. HP-nya dalam posisi tidak aktif alias mailbox.

Sekedar info, kasus pencurian toko emas di Pertokoan Jalan MH Thamrin Blok 33 Banjar Jagasatru, Kediri, Kamis (25/6) mengakibatkan korban mengalami kerugian total Rp 413 Juta. Yang terdiri dari uang Rp 13 Juta yang tersimpan di berangkas dan 2,218 Kg Emas.

Modus pelaku pun dibilang baru, pelaku masuk ke toko milik Tri Andi Wijaya itu dengan cara membuat lubang di tembok dari toko sebelah yang sebelumnya dihuni dan disewa pelaku. (nod).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami