Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Dapat Kiriman Kepala Babi, Tempo Siapkan Langkah Tegas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kantor Tempo mendapat kiriman sebuah paket misterius berisi kepala babi pada 19 Maret 2025. Kepala babi itu dikemas dalam kotak kardus yang dilapisi styrofoam.
Paket tersebut ditujukan kepada "Cica", panggilan akrab Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik sekaligus host siniar Bocor Alus Politik. Kiriman ini diterima oleh satuan pengamanan Tempo pada pukul 16.15 WIB. Namun, Cica baru menerima paket tersebut pada Kamis, 20 Maret 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat itu, Cica baru saja kembali dari liputan bersama rekannya, Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran. Mengetahui ada paket yang ditujukan kepadanya, ia membawa kotak tersebut ke dalam kantor.
Hussein kemudian membuka paket itu. Begitu bagian atas kotak dibuka, tercium bau busuk menyengat. Saat styrofoam di dalamnya dibuka, terlihat kepala babi dengan kedua telinga yang telah terpotong. Sontak, Cica, Hussein, dan beberapa wartawan lainnya segera membawa paket itu keluar gedung.
Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan bahwa kiriman tersebut merupakan bentuk teror terhadap kebebasan pers.
“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian ini,” kata Setri.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun