Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dari Warung Kecil, Agen BRILink di Klungkung Layani 150 Transaksi Sehari

Rabu, 3 Juni 2026, 13:29 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok BRI/Dari Warung Kecil, Agen BRILink di Klungkung Layani 150 Transaksi Sehari.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.

Ketekunan dan keberanian melihat peluang usaha mengantarkan Desi Hidayanti Damuri merasakan manfaat menjadi Agen BRILink. Berawal dari warung kecil dengan transaksi perbankan yang masih sepi, kini usahanya di Kabupaten Klungkung mampu melayani hingga 100 sampai 150 transaksi setiap hari.

Perempuan berusia 28 tahun itu mulai menjadi Agen BRILink sekitar 14 tahun lalu setelah mendapat informasi dari seorang kenalan yang lebih dahulu menjalankan layanan tersebut. Saat itu, masyarakat masih terbatas dalam mengakses layanan transfer perbankan, terutama para pekerja pendatang yang tinggal di kawasan tempat usahanya berada.

“Dulu orang-orang masih banyak yang bingung transfer. Kalau kirim uang ya harus ke bank atau ATM. Karena di sini banyak pekerja pendatang, akhirnya mereka mulai cari tempat transfer yang lebih dekat,” ujarnya.

Melihat kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi, Desi memberanikan diri membuka layanan BRILink dengan modal awal sekitar Rp10 juta. Pada masa awal operasional, jumlah transaksi yang dilayani masih sangat terbatas dengan keuntungan yang relatif kecil.

“Awalnya paling cuma tiga sampai empat orang transaksi. Fee-nya sedikit, tapi saya lihat ada peluang. Akhirnya saya berani tambah modal lagi,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah pelanggan terus meningkat. Kawasan tempat tinggalnya yang banyak dihuni pekerja dari luar Bali menjadi pasar potensial, terutama bagi mereka yang membutuhkan layanan pengiriman uang ke kampung halaman.

Saat ini, transaksi tarik tunai justru menjadi layanan yang paling banyak digunakan. Banyak pekerja pelabuhan dan buruh angkut barang memanfaatkan layanan tersebut untuk mengambil uang tunai dalam jumlah besar.

“Kalau sekarang malah banyak yang tarik tunai. Ada yang sehari narik Rp10 juta sampai Rp15 juta berkali-kali.” ujarnya.

Selain transfer dan tarik tunai, pelanggan juga memanfaatkan berbagai layanan lain seperti pembelian pulsa, pembayaran listrik, hingga pengisian saldo dompet digital. Dalam kondisi normal, jumlah transaksi yang dilayani setiap hari dapat mencapai 100 hingga 150 transaksi.

Desi mengaku kehadiran layanan BRILink tidak hanya memberikan tambahan pendapatan dari biaya transaksi, tetapi juga berdampak positif terhadap perkembangan usaha warung miliknya. Banyak pelanggan yang datang untuk melakukan transaksi perbankan sekaligus berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Dulu warung sepi sekali. Barang juga sedikit. Sekarang orang datang transfer sekalian beli beras, mie, kebutuhan lain. Sangat membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Pendapatan yang diperoleh dari layanan BRILink bahkan rutin disisihkan untuk tabungan dan investasi. Hasil usaha tersebut turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga serta membeli berbagai perlengkapan rumah tangga.

Meski kini usahanya berkembang pesat, Desi mengaku sempat mengalami kendala pada awal menjalankan layanan BRILink. Minimnya pemahaman terhadap sistem transaksi digital membuatnya pernah mengalami kerugian hingga Rp5 juta akibat transaksi yang gagal.

“Dulu pernah transfer Rp5 juta tapi struk nggak keluar. Saya ulang lagi karena belum ngerti sistemnya. Ternyata saldo kepotong dua kali. Setelah diurus ke Bank, alhamdullilah saldo bisa kembali.” kenangnya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuk lebih memahami sistem transaksi digital dan mengantisipasi kendala jaringan maupun transaksi yang tertunda.

Sementara itu, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan Agen BRILink menjadi salah satu ujung tombak BRI dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke berbagai daerah.

“Dengan menjadi Agen BRILink, masyarakat tetap bisa menjalankan usaha utamanya sambil memperoleh tambahan penghasilan dari layanan perbankan,” ujarnya.

Menurut Hery, keberadaan Agen BRILink mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang berada jauh dari kantor layanan perbankan. Selain memudahkan transaksi keuangan, program tersebut juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 4.182 Agen BRILink aktif tersebar di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terus berperan dalam memperluas inklusi keuangan dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/adv



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami