Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
Dewan Dukung Lahirnya Perda Galian C
Kamis, 23 Maret 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menghadiri Sidang Pandangan Umum Fraksi DPRD Bali terhadap Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Rabu (22/3).
Menanggapi pandangan Fraksi-fraksi itu secara terpisah Pastika mengatakan harus dikaji lagi, terutama kaitannya dengan peraturan-peraturan di kabupaten/kota.
[pilihan-redaksi]
“Jadi kelihatannya sederhana, namun sebenarnya tidak. Karena berkaitan tadi dengan undang-undang daerah seperti pajak daerah. Itu harus disinkronkan. Kalau kita semua cuma ngatur, namun bila tidak ada kontribusinya, itu juga repot, padahal segala akibatnya nanti harus ditanggung provinsi misalnya pemeliharaan jalan, lingkungan,” ujar Pastika.
Secara umum, lima fraksi yaitu Gerindra, Golkar, Demokrat, PDIP, dan Panca Bayu menyampaikan dukungannya untuk segera memiliki Perda yang mengatur tentang Galian C ini.
Semenjak terbitnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terdapat beberapa pengalihan kewenangan, salah satunya adalah mengenai pengelolaan Galian C yang kewenangannya dilimpahkan ke Provinsi.
Wayan Tagel Arjana, dari Fraksi Gerindra mengatakan untuk menciptakan kepastian hukum, dewan menyarankan agar Perda ini segera dapat disahkan. Potensi mineral bukan logam dan batuan yang terkandung di Bali merupakan kekayaan alam tak terbarukan, sehingga ini perlu dikelola dengan optimal dan berwawasan lingkungan.
Menurutnya, kondisi di lapangan sangat menantikan peraturan ini agar ada kepastian hukum dalam pemanfaatan pertambangan mineral bukan logam dan batuan yang biasa disebut Galian C.
Penertiban Galian C yang selama ini dilakukan berimplikasi terhadap kenaikan harga material bangunan, bahkan masyarakat kehilangan mata pencaharian. Namun disisi lain, seringkali cara penambangan yang tidak sesuai mengakibatkan kerusakan lingkungan dan bahkan menelan korban jiwa. Pihaknya juga mengusulkan agar Pemprov membentuk badan khusus yang bertugas melakukan monitoring dan mengawasi kegiatan pertambangan.
IB. Gede Udiyana, dari Fraksi Golkar mngatakan dengan berlakunya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tersebut, kegiatan pertambangan masuk kewenangan Provinsi, diharapkan tidak ada tumpang tindih kewenangan dengan kabupaten/kota.
Sementara I Nengah Tamba, dari Fraksi Demokrat menekankan pada akibat pertambangan yang dapat merusak lingkungan. Di beberapa wilayah di Bali pendapatan daerahnya mengandalkan pertambangan dari Galian C. Pada daerah tersebut, pertambangan ini sudah menjadi mata pencaharian mereka.
Dengan kondisi saat ini dihentikannya sementara pertambangan mengakibatkan lonjakan harga bahan bangunan, khususnya pasir dan batu. Bahkan sampai sekarang masih terlihat sisa-sisa pertambangan dan lingkungan yang rusak, dikarenakan tidak optimalnya peraturan. [rls/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8424 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5800 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3629 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2454 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026