Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Dewan Tuding Sistem SPMB di Karangasem Kurang Sosialisasi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang untuk pertama kalinya dilakukan secara daring di Kabupaten Karangasem menuai sorotan dari DPRD Karangasem.
Komisi IV menilai sosialisasi yang dilakukan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) masih belum maksimal sehingga membingungkan sebagian masyarakat, terutama orang tua siswa.
Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira mengatakan, pihaknya menerima sejumlah keluhan dari masyarakat selama proses SPMB berlangsung. Beberapa siswa dilaporkan gagal diterima di sekolah yang dipilih, bahkan ada yang mendaftar di dua sekolah namun tetap tidak lolos.
"Memang ada laporan dari masyarakat terkait siswa yang belum mendapatkan sekolah. Bahkan ada yang sudah mendaftar di dua sekolah tetapi tidak diterima di keduanya," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, Komisi IV telah berkoordinasi dengan Disdikpora Karangasem. Berdasarkan hasil koordinasi, Disdikpora memastikan seluruh siswa yang belum memperoleh sekolah akan tetap difasilitasi agar mendapatkan tempat belajar.
"Disdikpora menyampaikan akan melakukan jemput bola untuk mencari siswa yang belum mendapatkan sekolah, sehingga tidak ada anak yang tercecer," katanya.
Menurut Sudira, persoalan yang muncul tidak lepas dari minimnya sosialisasi penerapan sistem pendaftaran online yang baru pertama kali diterapkan di Karangasem. Ia menilai sosialisasi selama ini lebih banyak menyasar siswa, sementara orang tua justru belum mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai mekanisme dan jalur pendaftaran.
"SPMB online ini masih kurang sosialisasi. Bukan hanya siswa yang harus diberikan pemahaman, tetapi juga orang tua, supaya mereka tidak salah memilih jalur atau keliru saat melakukan pendaftaran," tegasnya.
Meski demikian, Komisi IV tetap mendukung penerapan sistem SPMB secara daring karena dinilai mampu meningkatkan transparansi dalam proses penerimaan peserta didik baru. Namun, evaluasi terhadap pelaksanaan dan sosialisasi perlu dilakukan agar kendala serupa tidak kembali terjadi pada tahun mendatang.
Selain itu, Sudira juga berharap ke depan Disdikpora Karangasem dapat memiliki sarana pendukung sendiri untuk pelaksanaan SPMB online, sehingga tidak lagi bergantung pada fasilitas yang dipinjam dari pemerintah pusat.
"Pada prinsipnya sistem ini sudah baik karena lebih transparan. Tinggal sosialisasinya yang harus dimaksimalkan agar siswa maupun orang tua benar-benar memahami mekanisme pendaftarannya," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1980 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun