Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Dharma Santi Gerokgak Semarak Bersama Cenk Blonk, Sampaikan Pesan Pengabdian
BERITABALI.COM, BULELENG.
Perayaan Dharma Santi serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng berlangsung semarak, Sabtu (9/5). Kegiatan tersebut semakin meriah dengan kehadiran Dalang Cenk Blonk yang menghibur masyarakat melalui pertunjukan penuh pesan moral dan humor khas Bali.
Dharma Santi tidak hanya menjadi ajang silaturahmi usai pelaksanaan Nyepi, namun juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan membangun komunikasi harmonis antara masyarakat dengan para pemimpin.
Kegiatan ini dihadiri tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Gerokgak. Suasana penuh kebersamaan terlihat selama acara berlangsung.
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan, Dharma Santi menjadi bagian penting dalam memaknai Hari Raya Nyepi, terutama dalam mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Konsep yang kita bangun adalah bagaimana membangun komunikasi yang bagus antara pemimpin dan masyarakat, sehingga timbul paras paros sarpanaya, artinya saling mendukung dan selalu menjalankan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Arya, kehadiran Dalang Cenk Blonk mampu menyampaikan pesan-pesan kehidupan dan pengabdian sosial dengan cara yang ringan sehingga mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pertunjukan pewayangan yang komunikatif dan penuh humor, masyarakat diajak memahami pentingnya pengabdian kepada sesama sebagai bagian dari kehidupan sosial.
“Pengabdian itu harus sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Beliau mampu meramu pesan itu dengan bahasa yang ringan, tetapi penuh makna,” tegasnya.
Selain memperkuat nilai sosial dan kebersamaan, Dharma Santi juga menjadi pengingat pentingnya pembangunan spiritual di tengah perkembangan zaman.
Arya menilai perhatian terhadap pembangunan dan penataan tempat-tempat suci harus menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah agar nilai spiritual masyarakat Bali tetap terjaga.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek spiritual masyarakat melalui perhatian serius terhadap pura dan tempat sembahyang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5855 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan