Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Di India, Gay Dipaksa Menyetubuhi Ibu Kandung
Kamis, 4 Juni 2015,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang remaja gay dilaporkan dipaksa berhubungan seks dengan ibu kandung, sebagai upaya mengubah paksa orientasi seksual anak.
Deepthi Tadanki, pembuat film pendek India, itu hanya satu kasus perkosaan korektif. Lainnya, satu keluarga menyuruh orang lain memperkosa anak laki-lakinya yang diketahui gay. Atau, seorang ayah menyuruh orang lain memperkosa putrinya yang memiliki kecenderungan lesbian.
Kepada Times of India, Tadanki mengatakan; "Anggota keluarga yang memaksa remaja gay itu berhubungan seks dengan sang ibu, sebagai upaya si anak kembali normal dan tertarik pada lawan jenis." Si ibu, dengan alasan niat baik, akan bersedia melayani sang anak.
Dalam film Satyawati, Tadanki bertutur tentang seoang gadis yang diperkosa pamannya, setelah kedua orang tuanya curiga putrinya lesbian dan sedang bermesra dengan teman serumah.
Perkosaan Korektif, atau corrective rape, diciptakan di Afrika Selatan. Istilah ini muncul ketika terjadi gelombang perkosaan atas permintaan orang tua yang memiliki putri dengan kecenderungan lesbian. Perkosaan korektif dianggap bisa mengubah paksa orientasi seksual seseorang.
Salah satu korbannya adalah Mvuleni Fana, yang diperkosa empat pria saat berjalan pulang dari latihan sepakbola. Salah satu pemerkosa mengatakan perkosaan harus dilakukan agar si gadis menjadi wanita sejati.
Yang terjadi adalah si gadis bukan menjadi wanita sejati, tapi ditinggalkan dalam keadaan mati oleh si pemerkosa. Tahun 2007, beberapa wanita juga mengalami serangan serupa, termasuk dua wanita yang diperkosa, disiksa, dan ditembak di kepala.
Kini, perkosaan korektif menggejala di India. Sebuah kelompok LGBT di Telanggana, baigan selatan India, mencatat terjadi 15 perkosaan korektif dalam lima tahun terakhir. "Kami yakin ada lebih banyak kasus, tapi tidak dilaporkan," ujar Vyjayanti Mogli kepada Times of India.
Ada pula gay yang dipaksa kawin. Beberapa setelah kawin, mereka melarikan diri. Di beberapa negara bagian di India, homoseksualitas adalah tabu. Mahkamah Agung India juga membatalkan hak-hak bagi homoseksual.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026