Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Di Klungkung, 17 Desa Masuk Zona Merah Narkoba

Jumat, 11 Agustus 2017, 15:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.

Beritabali.com, Klungkung. Peredaran narkoba di Kabupaten Klungkung makin massif, kendati polisi tidak pernah bosan menangkapi pelaku pengedar narkoba. Sesuai catatan pihak Sat Resnarkoba Polres Klungkung, dari 59 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Klungkung, 17 desa dinyatakan sebagai zona merah alias marak terjadi peredaran narkoba. 
 
Menurut Kasat Narkoba AKP Gede Sudyatmaja, Jumat (11/8), dari hasil penyelidikan dan pengungkapan kasus, ada 17 desa masuk zona merah dan kini menjadi antensi pihak aparat. Ia menyebutkan, di Kecamatan Dawan ada 5 desa yang masuk zona merah. Di Kecamatan Klungkung ada 4 desa, 1 kelurahan, Kecamatan Banjarangkan 4 desa dan Kecamatan Nusa Penida sebanyak 3 desa menjadi daerah peredaran narkoba. “ Peredaran narkoba di Kabupaten Klungkung katagori memprihatinkan,” kata Sudyatmaja. 
 
Disinggung soal penanganan di desa pakraman (desa adat) menyusul pararem desa pakraman soal penanganan narkoba, Sudyatmaja menilai penerapan pararem belum maksimal. Karena itulah dirinya terus menggandeng pihak desa pakraman untuk lebih intensif mensosialisasikan keberadaan pararem termasuk sanksi bagi yang melanggarnya. Karena menurut perwira pertama ini, penanganan narkoba tidak bisa hanya menghandalkan penanganan secara refresif. 
 
Prestasi jajaran Sat Narkoba Polres Klungkung dalam mengungkap peredaran narkoba cukup moncer. Sejak Pebruari hingga awal Agustus ini, Sudiyatmaja bersama jajarannya berhasil mengungkap 17 laporan polisi dengan tersangka sebanyak 18 orang. [wan/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami