Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Diduga Ada Pungutan Liar
Beritabali.com, Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Puluhan penduduk pendatang (duktang) yang terjaring dalam razia kependudukan, Rabu (7/10) mengaku telah membayar sejumlah uang kepada pihak RT setempat. Besaran yang dipatok tidak menentu.
Dari keterangan dari salah seorang duktang yang namanya tidak mau dionlinekan terungkap selama ia tinggal Pengambengan, setiap bulannya dia diwajibkan membayar sejumlah dana yang dipungut oleh petugas RT setempat. Besarannya tidak tentu antara Rp. 10 ribu sampai Rp. 20 ribu.
Namun saya tidak pernah diberikan kwitansi tanda terima, sehingga tidak bisa dibuktikan, tandasnya. Menurutnya, uang yang disetorkannya itu untuk biaya keamanan. Kalau saya tidak mau bayar diancam akan dilaporkan ke polisi, terangnya.
Keterangan duktang ini juga dibenarkan oleh sebagian besar duktang lainnya yang terjaring dalam razia tersebut. Iya, saya juga diperlakukan seperti itu, ujar duktang lainnya di Markas Satpol PP Jembrana, Rabu (7/10).
Sementara itu Kasi Operasional Trantib, IB. Brahmantara seijin Kasat. Pol.PP I Ketut Wiratma, ketika dikonfirmasi Rabu (7/10) tidak dibenarkan adanya pungutan-pungutan seperti itu termasuk kepada duktan lantaran dasar hukumnya tidak ada.
Itu namanya pungutan liar alias pungli. Kalau ada kejadian seperti itu, saya minta agar diminta bukti pembayarannya agar bisa kita tindak lanjuti, tegasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan