Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Digigit Anjing Tetangga, Bocah 9 Tahun di Klungkung Tewas

Senin, 7 Maret 2016, 16:05 WITA Follow
Beritabali.com

suaradewata

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.

Seorang bocah umur 9 tahun di Klungkung Bali, tewas setelah mendapatkan perawatan di ruangan khusus Sal A RSUD Klungkung. Korban tewas setelah menunjukkan gejala Rabies dengan panas tinggi, kejang, takut pada air, dan sinar matahari.
 
Jero Seruli, ibu dari bocah Agung Gede Arimbawa, menangis meratapi kepergian putra sulungnya yang telah membujur kaku. 
 
Anak Agung Gede Arimbawa, bocah 9 tahun itu, tewas setelah mendapatkan perawatan diruangan khusus Sal A RSUD Klungkung. Korban tewas setelah menunjukkan gejala Rabies dengan panas tinggi, kejang, takut pada air, dan sinar matahari.
 
Putra pertama dari pasangan Anak Agung Gede Putrawan dan Ni Wayan Suarniti atau Jero Seruli menghembuskan nafas terakhir pagi tadi setelah mengalami kejang pada tubuhnya. 
 
Sebelumnya korban mempunyai riwayat digigit anjing tetangganya pada dua minggu lalu di areal pekarang rumahnya dusun Koripan Tengah, kecamatan Banjarangkan, Klungkung. 
 
Karena takut dan lukanya tergolong ringan, korban tidak melapor kepada orang tuanya. Namun dua hari belakangan ini korban mendadak mengalami panas tinggi hingga dilarikan ke UGD RSUD Klungkung. 
 
“Sebelumnya keponakan saya tidak pernah cerita jika pernah digigit anjing,’’ terang Sang Ayu Rai bibi korban yang tiada hentinya meneteskan air mata.
 
Pada saat itu, korban sedang bermain dengan sejumlah temannya, namun tanpa disangka kaki kiri korban digigit anjing. 
 
“Sampai sekarang anjing yang mengigitnya masih hidup kok,’’ bebernya, seperti dilansir suaradewata.com.
 
Setelah mendapatkan informasi bocah positif gejala rabies, pihak Puskesmas Banjarangkan segera memberikan pertolongan berupa vaksin anti rabies ke sejumlah keluarganya untuk mengurangi penyebaran. Sedikitnya 13 keluarga yang notabene mengalami kontak langsung dengan korban disuntikkan vaksin anti rabies.
 
Menurut petugas Puskesmas Banjarangkan, Nyoman Arjana, Vansin yang diberikan ini bersifat menjaga dan mencegah penyebaran virus tersbut. Mengingat sebelumnya keluarga korban kemungkinan bersinggungan langsung terutama saat dilakukan perawatan. 
 
 
“Kita antisipasi jika keluarga korban terkontaminasi melalui air liur atau luka cakaran mengingat korban juga mengamuk saat diberikan perawatan di RSUD,’’ tegasnya. 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami