Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 5 Agustus 2026
Digigit Anjing Tetangga, Bocah 9 Tahun di Klungkung Tewas
Senin, 7 Maret 2016,
16:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Seorang bocah umur 9 tahun di Klungkung Bali, tewas setelah mendapatkan perawatan di ruangan khusus Sal A RSUD Klungkung. Korban tewas setelah menunjukkan gejala Rabies dengan panas tinggi, kejang, takut pada air, dan sinar matahari.
Jero Seruli, ibu dari bocah Agung Gede Arimbawa, menangis meratapi kepergian putra sulungnya yang telah membujur kaku.
Anak Agung Gede Arimbawa, bocah 9 tahun itu, tewas setelah mendapatkan perawatan diruangan khusus Sal A RSUD Klungkung. Korban tewas setelah menunjukkan gejala Rabies dengan panas tinggi, kejang, takut pada air, dan sinar matahari.
Putra pertama dari pasangan Anak Agung Gede Putrawan dan Ni Wayan Suarniti atau Jero Seruli menghembuskan nafas terakhir pagi tadi setelah mengalami kejang pada tubuhnya.
Sebelumnya korban mempunyai riwayat digigit anjing tetangganya pada dua minggu lalu di areal pekarang rumahnya dusun Koripan Tengah, kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
Karena takut dan lukanya tergolong ringan, korban tidak melapor kepada orang tuanya. Namun dua hari belakangan ini korban mendadak mengalami panas tinggi hingga dilarikan ke UGD RSUD Klungkung.
“Sebelumnya keponakan saya tidak pernah cerita jika pernah digigit anjing,’’ terang Sang Ayu Rai bibi korban yang tiada hentinya meneteskan air mata.
Pada saat itu, korban sedang bermain dengan sejumlah temannya, namun tanpa disangka kaki kiri korban digigit anjing.
“Sampai sekarang anjing yang mengigitnya masih hidup kok,’’ bebernya, seperti dilansir suaradewata.com.
Setelah mendapatkan informasi bocah positif gejala rabies, pihak Puskesmas Banjarangkan segera memberikan pertolongan berupa vaksin anti rabies ke sejumlah keluarganya untuk mengurangi penyebaran. Sedikitnya 13 keluarga yang notabene mengalami kontak langsung dengan korban disuntikkan vaksin anti rabies.
Menurut petugas Puskesmas Banjarangkan, Nyoman Arjana, Vansin yang diberikan ini bersifat menjaga dan mencegah penyebaran virus tersbut. Mengingat sebelumnya keluarga korban kemungkinan bersinggungan langsung terutama saat dilakukan perawatan.
“Kita antisipasi jika keluarga korban terkontaminasi melalui air liur atau luka cakaran mengingat korban juga mengamuk saat diberikan perawatan di RSUD,’’ tegasnya.
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1072 Kali
02
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
03
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
04
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 536 Kali
05
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 426 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026