Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Digigit Anjing Tetangga, Bocah 9 Tahun di Klungkung Tewas
Senin, 7 Maret 2016,
16:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Seorang bocah umur 9 tahun di Klungkung Bali, tewas setelah mendapatkan perawatan di ruangan khusus Sal A RSUD Klungkung. Korban tewas setelah menunjukkan gejala Rabies dengan panas tinggi, kejang, takut pada air, dan sinar matahari.
Jero Seruli, ibu dari bocah Agung Gede Arimbawa, menangis meratapi kepergian putra sulungnya yang telah membujur kaku.
Anak Agung Gede Arimbawa, bocah 9 tahun itu, tewas setelah mendapatkan perawatan diruangan khusus Sal A RSUD Klungkung. Korban tewas setelah menunjukkan gejala Rabies dengan panas tinggi, kejang, takut pada air, dan sinar matahari.
Putra pertama dari pasangan Anak Agung Gede Putrawan dan Ni Wayan Suarniti atau Jero Seruli menghembuskan nafas terakhir pagi tadi setelah mengalami kejang pada tubuhnya.
Sebelumnya korban mempunyai riwayat digigit anjing tetangganya pada dua minggu lalu di areal pekarang rumahnya dusun Koripan Tengah, kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
Karena takut dan lukanya tergolong ringan, korban tidak melapor kepada orang tuanya. Namun dua hari belakangan ini korban mendadak mengalami panas tinggi hingga dilarikan ke UGD RSUD Klungkung.
“Sebelumnya keponakan saya tidak pernah cerita jika pernah digigit anjing,’’ terang Sang Ayu Rai bibi korban yang tiada hentinya meneteskan air mata.
Pada saat itu, korban sedang bermain dengan sejumlah temannya, namun tanpa disangka kaki kiri korban digigit anjing.
“Sampai sekarang anjing yang mengigitnya masih hidup kok,’’ bebernya, seperti dilansir suaradewata.com.
Setelah mendapatkan informasi bocah positif gejala rabies, pihak Puskesmas Banjarangkan segera memberikan pertolongan berupa vaksin anti rabies ke sejumlah keluarganya untuk mengurangi penyebaran. Sedikitnya 13 keluarga yang notabene mengalami kontak langsung dengan korban disuntikkan vaksin anti rabies.
Menurut petugas Puskesmas Banjarangkan, Nyoman Arjana, Vansin yang diberikan ini bersifat menjaga dan mencegah penyebaran virus tersbut. Mengingat sebelumnya keluarga korban kemungkinan bersinggungan langsung terutama saat dilakukan perawatan.
“Kita antisipasi jika keluarga korban terkontaminasi melalui air liur atau luka cakaran mengingat korban juga mengamuk saat diberikan perawatan di RSUD,’’ tegasnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1392 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1059 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 900 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026