Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Dijatah 310 Tangki Minyak Tanah
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sedikitnya 310 tangki pasokan minyak tanah dipersiapkan dalam musim panen tembakau tahun ini di Kabupaten Buleleng.
Pasokan minyak tanah itu khusus untuk keperluan omprongan tembakau yang dipasok langsung melalui agen distributor.
“Seluruh lahan perkebunan tembakau yang luasnya mencapai 1.000 hektar mendapat jatah minyak tanah sebanyak 310 tangki. Harga minyak tanah untuk omprongan tembako ini disesuaikan dengan harga tahun yang lalu yaitu Rp 2.470 per liter,†papar Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng, Ir. Komang Gede Yasa.
Baca juga:
Selain Eks Bupati, 5 OPD Tabanan Dapat Jatah
Dalam pendistribusian minyak kepada petani tembakau dipastikan tidak akan ada kendala, sebab berdasarkan pada pengalaman musim panen sebelumnya, pasokan minyak tanah itu tetap berjalan lancar.
“Kita tetap melakukan pengawasan pendistribusian minyak terutama menyangkut pemberlakuan harga,
sehingga tidak melebihi dari ketentuan PT. Pertamina wilayah V Denpasar,†tegas Kadishutbun Komang Gede Yasa.
Diperkirakan, musim panen yang diawali bulan Agustus akan berakhir pada Desember tahun ini mencukupi pasokan minyak tanah yang didistrbusikan secara langsung tanpa melalui agen pengecer.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2983 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun