Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Diluncurkan di Bulfest 2026, Endek Tunjung Ungu Jadi Motif Baru Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dekranasda Buleleng memperkenalkan motif baru kain tenun khas daerah, Endek Tunjung Ungu, dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Rabu (19/8/2026) malam.
Peluncuran wastra tersebut dikemas melalui peragaan busana bertajuk “Askara – Wastra Tunjung Ungu”. Sejumlah rancangan busana karya desainer Buleleng ditampilkan dalam acara yang berlangsung di tengah kemeriahan Bulfest 2026.
Endek Tunjung Ungu mengambil inspirasi dari bunga tunjung yang menjadi pijakan Tugu Singa Ambara Raja, salah satu ikon Kota Singaraja. Motif tersebut diharapkan menjadi identitas baru yang memperkuat karakter wastra khas Buleleng.
Ketua Dekranasda Buleleng, Wardhany Sutjidra, mengatakan bunga tunjung dipilih bukan sekadar sebagai unsur visual, tetapi memiliki filosofi yang berkaitan dengan nilai kehidupan dan budaya masyarakat Buleleng.
"Bunga tunjung ini tumbuh dari lumpur, namun tetap bergerak ke atas menuju cahaya matahari. Dari situ kita bisa melihat, tunjung ini membawa pesan yang berakar pada budaya, berani melangkah dengan kebijaksanaan, dan bersinar melalui kreatifitas," jelasnya.
Menurut Wardhany, bunga tunjung memiliki makna keteguhan, kesucian, kebijaksanaan serta keselarasan antara manusia, Tuhan dan alam.
Sementara itu, warna ungu digunakan untuk memperkuat kesan keagungan, kewibawaan dan kreativitas. Perpaduan filosofi bunga tunjung dengan warna ungu kemudian dituangkan dalam motif Endek Tunjung Ungu dengan konsep yang lebih modern dan elegan.
Pemilihan bunga tunjung juga memiliki kaitan dengan identitas Singaraja. Bunga tersebut menjadi tempat berpijaknya Singa Ambara Raja yang menjadi simbol Kota Singaraja.
Karena itu, Endek Tunjung Ungu tidak hanya diarahkan sebagai pengembangan motif kain tenun, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengangkat simbol daerah ke dalam produk kreatif masyarakat Buleleng.
Setelah resmi diperkenalkan, motif baru tersebut akan dikembangkan dan diproduksi oleh pelaku UMKM di Singaraja. Dekranasda Buleleng juga akan mendorong pemanfaatannya sebagai salah satu kain atau motif khas Kabupaten Buleleng.
Penggunaan Endek Tunjung Ungu nantinya akan dimulai dari pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari sosialisasi sekaligus memperkenalkan motif baru tersebut kepada masyarakat luas.
Baca juga:
Buleleng Uji Coba Tanam Kapas untuk Endek
Wardhany mengatakan Endek Tunjung Ungu telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dengan adanya perlindungan tersebut, pengembangan motif diharapkan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perajin dan pelaku UMKM.
"Motif Tunjung Ungu ini sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual. Kami harap tenun endek semakin dicintai dan mampu berkembang mengikuti tren fashion masa kini. Masyarakat juga bangga menggunakan produk dan wastra lokal Buleleng," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5729 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan