Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Dinding Panjat Tebing Standar Dunia Rp10 Miliar akan Dibangun di Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Buleleng segera memiliki venue dinding panjat tebing berstandar internasional. Fasilitas olahraga senilai sekitar Rp10 miliar tersebut akan dibangun di kawasan Hutan Kota Banyuasri, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng.
Pembangunan venue ini menjadi bentuk apresiasi Gubernur Bali atas prestasi atlet panjat tebing asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang telah mengharumkan nama Indonesia dan Bali di tingkat internasional.
Ketua Umum Pengprov FPTI Bali, Putu Yudi Atmika, mengatakan pembangunan venue panjat tebing tersebut awalnya diproyeksikan di kawasan Bali Selatan. Namun, Gubernur Bali mengarahkan pembangunan fasilitas bertaraf internasional tersebut ke Buleleng.
Langkah tersebut ditujukan untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus mengembangkan potensi pariwisata olahraga atau sport tourism di Bali Utara.
"Kami melihat potensi Buleleng sangat luar biasa. Kami ingin dinding panjat tebing ini memiliki latar belakang bukit, pegunungan, dan kontur tanah yang berundak sehingga memiliki ciri khas tersendiri. Bukan hanya menjadi venue kejuaraan, tetapi juga mendukung sport tourism," ujarnya saat meninjau lokasi, Minggu (2/8).
Pembangunan dinding panjat tebing ditargetkan rampung pada Desember 2026. Fasilitas tersebut diharapkan dapat segera digunakan untuk pembinaan atlet sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai kejuaraan.
Putu Yudi mengatakan percepatan pembangunan menjadi penting karena venue tersebut diproyeksikan menjadi salah satu bentuk apresiasi atas prestasi Desak Rita yang akan kembali berlaga pada ajang Asian Games September mendatang.
"Target minimal Desember sudah terwujud. Mudah-mudahan bisa digunakan juga untuk Porprov sehingga Buleleng memiliki dinding panjat tebing berstandar internasional," katanya.
Anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp10 miliar. Dana tersebut mencakup pembangunan dinding panjat tebing beserta seluruh perlengkapannya.
Venue akan mengakomodasi tiga nomor pertandingan, yakni speed, boulder, dan lead. Khusus nomor speed, fasilitas yang dibangun akan memenuhi standar Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).
Ketua Umum KONI Buleleng Gede Supriatna mengatakan pembangunan dinding panjat tebing tersebut merupakan hadiah dari Gubernur Bali atas prestasi Desak Rita yang telah mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan Buleleng di tingkat internasional.
Selain menjadi sarana pembinaan atlet, venue tersebut juga diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan panjat tebing tingkat dunia.
"Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi atlet panjat tebing di Bali, khususnya di Buleleng, tetapi juga agar kejuaraan dunia panjat tebing bisa dilaksanakan di Kabupaten Buleleng," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyiapkan kawasan Hutan Kota Banyuasri sebagai lokasi pembangunan. Lokasi tersebut dinilai representatif karena berada di tengah kota, mudah diakses, dan dekat dengan kawasan wisata seperti Lovina.
"Kami mencari lokasi yang mudah dijangkau atlet untuk berlatih, sekaligus memiliki pemandangan yang menarik dan didukung akomodasi yang memadai. Hutan Kota Banyuasri memenuhi kriteria tersebut," katanya.
Selain anggaran pembangunan dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Buleleng menyiapkan dana pendamping sekitar Rp2,5 miliar untuk membangun fasilitas penunjang. Fasilitas tersebut meliputi area penonton, toilet, ruang ganti, ruang steril atlet, gudang, dan sekretariat.
Supriatna optimistis pembangunan dapat dipercepat karena konstruksi dinding panjat tebing menggunakan sistem perakitan sehingga waktu pengerjaannya relatif singkat. Akses menuju kawasan Hutan Kota Banyuasri juga akan semakin mudah dengan pembangunan jembatan yang segera dimulai.
"Yang terpenting sekarang kita kejar penyelesaian fasilitas pendukungnya. Dengan begitu, dinding panjat tebing berstandar internasional ini bisa segera dimanfaatkan untuk pembinaan atlet, pelaksanaan Porprov Bali 2027, hingga penyelenggaraan kejuaraan internasional," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5752 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan