Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 7 September 2026
Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Zika di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi virus Zika di Bali. Kepastian tersebut disampaikan menyusul pemberitaan mengenai Travel Health Notice Level 2 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat terkait kasus Zika di Bali.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., mengatakan informasi mengenai peringatan kesehatan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, meski hasil surveilans rutin belum menunjukkan adanya kasus Zika yang terkonfirmasi.
"Berdasarkan data surveilans yang dihimpun dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota serta rumah sakit di seluruh Bali, hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi Zika di Provinsi Bali," demikian tertulis dari keterangan Dinas Kesehatan Bali, Senin (24/08/2026).
Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tetap mengapresiasi sistem peringatan dini global tersebut. Informasi dari CDC juga dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran penyakit.
Virus Zika umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang juga menjadi vektor berbagai penyakit arbovirus lainnya, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD).
Gejala Zika umumnya lebih ringan dan dapat berupa ruam, demam, mata merah, nyeri otot, nyeri sendi, lemah serta sakit kepala. Gejala biasanya muncul dalam rentang 3-14 hari setelah masa inkubasi dan berlangsung sekitar 4-7 hari.
Meski belum ditemukan kasus terkonfirmasi Zika, masyarakat Bali diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Imbauan tersebut juga ditujukan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang sedang berkunjung ke Bali.
Upaya pencegahan terutama dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat juga diminta menjalankan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Upaya tersebut dilengkapi dengan penggunaan losion antinyamuk, kelambu maupun obat antinyamuk lainnya untuk mengurangi risiko gigitan Aedes aegypti.
Masyarakat yang mengalami gejala seperti demam, ruam, mata merah, nyeri otot atau nyeri sendi diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kementerian Kesehatan juga menyiapkan penguatan kapasitas laboratorium dan jejaring surveilans untuk virus Zika serta penyakit arbovirus lainnya.
Penguatan tersebut mencakup peningkatan kemampuan pemeriksaan PCR dan serologi di laboratorium daerah maupun laboratorium rujukan nasional. Langkah ini ditujukan untuk memastikan diagnosis dapat dilakukan secara cepat dan akurat apabila ditemukan kasus yang dicurigai.
Kewaspadaan juga ditingkatkan di pintu masuk negara, termasuk bandara dan pelabuhan, melalui Health Quarantine. Di tingkat pelayanan kesehatan, pemantauan terhadap gejala demam, ruam dan nyeri sendi akan diintensifkan di puskesmas serta rumah sakit.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan potensi penyakit Zika maupun arbovirus lainnya dapat dideteksi sedini mungkin, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan wisatawan yang berada di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3201 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 685 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 654 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman