Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Ditinggal Pensiun, Puluhan Sekolah di Karangasem Tanpa Kepala Sekolah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Puluhan sekolah dari jenjang Pendidikan TK, SD hingga SMP di Kabupaten Karangasem tidak memiliki Kepala Sekolah karena ditinggal pensiun.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem, I Wayan Sutrisna, Selasa (31/1/2023) membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya total ada sekitar 42 Sekolah di Karangasem yang tidak memiliki Kepala Sekolah definitif.
"Dari 42 sekolah itu, paling banyak adalah sekolah dasar (SD) sebanyak 39 SD, SMP hanya 2 Sekolah dan 1 TK, kebanyakan karena ditinggal pensiun, selain itu ada juga yang mengundurkan diri karena alasan sakit," kata Sutrisna.
Terkait banyaknya sekolah yang tidak memiliki Kepala Sekolah, Sutrisna mengaku akan segera melakukan mutasi untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Sekolah yang kosong. Pihaknya juga sudah mulai melakukan pencanangan mutasi karena untuk mencari kualifikasi Kepala Sekolah yang sesuai dengan Permendikbudristek nomor 40 Tahun 2021 cukup sulit.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi terhadap guru pengajar, dimana sejak Desember 2022 lalu, sekitar 219 orang guru memasuki masa pensiun di Kabupaten Karangasem paling banyak guru SD mencapai 153 orang, SMP 63 orang dan TK 3 orang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4411 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1879 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1507 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 995 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 927 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun