Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Ditopang KUR BRI, Sentra Pindang Kusamba Produksi 300 Keranjang Ikan per Hari
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Sentra pemindangan tradisional di Kusamba, Kabupaten Klungkung, terus menunjukkan geliat ekonomi masyarakat pesisir. Usaha pemindangan ikan di kawasan tersebut mampu memproduksi hingga 300 keranjang ikan pindang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional di Bali.
Peningkatan kapasitas produksi itu ditopang tambahan modal dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperbesar operasional, menambah perlengkapan produksi, hingga mengembangkan usaha penjualan garam dan keranjang ikan.
Salah satu pelaku usaha pemindangan di Kusamba, Ni Wayan Suitari, mengatakan aktivitas produksi dimulai sejak pagi hari dan hasil rebusan biasanya langsung diambil pembeli sebelum siang.
“Kalau sudah panas, perebusan sekitar 15 menit sekali angkat. Mulai jam tujuh pagi, biasanya jam sebelas sudah diambil pembeli,” ujar Suitari, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, jumlah produksi sangat bergantung pada pasokan ikan dan permintaan pasar. Dalam kondisi normal, usaha miliknya mampu mengolah sekitar 300 keranjang ikan per hari.
Pasokan ikan untuk pemindangan berasal dari berbagai daerah seperti Negara, Karangasem, hingga Jawa. Saat musim paceklik ikan di Bali, pasokan dari luar daerah menjadi penopang utama agar aktivitas produksi tetap berjalan.
“Kalau musim ikan kurang biasanya pertengahan tahun atau akhir tahun. Kadang ikan dari Jawa juga susah,” katanya.
Suitari mengaku telah menjadi nasabah BRI selama lebih dari 10 tahun. Ia sudah dua kali memperoleh pinjaman hingga Rp100 juta melalui program KUR.
Modal tersebut awalnya digunakan untuk usaha penjualan keranjang ikan sebelum akhirnya dipakai memperluas usaha pemindangan dan penjualan garam.
“Awalnya untuk jual keranjang dulu. Setelah berkembang baru jual garam dan bantu modal usaha pindang,” ujarnya.
Ia menilai akses KUR sangat membantu pelaku usaha kecil karena proses pencairannya cepat dan persyaratannya relatif mudah. Meski demikian, pihak bank tetap rutin melakukan pengecekan usaha nasabah. “Cepat cair dan mudah, tapi pihak bank sering datang mengecek usaha juga,” katanya.
Dalam aktivitas sehari-hari, pembeli biasanya membawa ikan mentah untuk direbus di lokasi pemindangan. Pelaku usaha memperoleh penghasilan dari jasa perebusan, penjualan garam, hingga penjualan keranjang ikan.
Selain menghadapi fluktuasi pasokan ikan, pelaku usaha juga dibebani tingginya biaya produksi, terutama kebutuhan garam. Suitari memilih menggunakan garam asal Bima, Nusa Tenggara Barat, karena dianggap lebih cocok untuk proses pemindangan.
“Garam Bima lebih kasar dan lebih asin,” ujarnya.
Harga garam Bima saat ini mencapai sekitar Rp200 ribu per 50 kilogram. Sementara jika menggunakan garam lokal, kebutuhan produksi 400 keranjang ikan membutuhkan sekitar 75 kilogram garam dengan biaya mencapai Rp500 ribu.
Biaya operasional lainnya berasal dari kebutuhan alat perebusan. Satu unit kompor berkapasitas besar mencapai sekitar Rp1 juta, belum termasuk tungku dan perlengkapan pendukung lainnya.
Meski biaya produksi terus meningkat, aktivitas pemindangan di Kusamba tetap berjalan hampir setiap hari dan mampu menyerap tenaga kerja harian masyarakat sekitar.
Baca juga:
Depot Betty Bertahan 25 Tahun, UMKM Kuliner Tabanan Naik Kelas Berkat KUR dan Digitalisasi dari BRI
“Kami libur sendiri kalau memang tidak ada produksi atau ada acara,” ujar Suitari.
Terpisah, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya menegaskan komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk sektor pemindangan ikan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir di Bali dan Nusa Tenggara.
"Melalui penyaluran KUR, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” ujar Hery.
Selain pembiayaan, BRI juga mendorong pelaku UMKM meningkatkan literasi keuangan dan memanfaatkan layanan digital perbankan guna mendukung efisiensi transaksi usaha.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli