Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Dubai Lumpuh Diterjang Banjir, Landasan Bandara Sampai Tergenang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bandara Internasional Dubai mengalihkan sejumlah penerbangan masuk, usai hujan lebat melanda Uni Emirat Arab hingga menyebabkan banjir besar di negara tersebut.
Dilansir AFP, bandara tersibuk di dunia bagi penerbangan internasional itu sebelumnya mengonfirmasi penutupan penerbangan masuk pada Selasa (16/4) pukul 19.26 waktu setempat, namun dibuka kembali secara bertahap lebih dari dua jam kemudian.
Dubai lumpuh akibat hujan lebat yang menyebabkan banjir besar menggenang sejumlah wilayah di UEA dan Bahrain. Di Oman, sebanyak 18 orang tewas pada Minggu (15/4) dan Senin kemarin.
Selain itu, pusat perbelanjaan utama Dubai Mall dan Mall of the Emirates juga turut tergenang banjir setinggi mata kaki, termasuk di satu stasiun Metro Dubai.
Beberapa jalan juga amblas, pemukiman warga dilanda banjir besar, dan banyak warga melaporkan kebocoran pada atap, pintu, dan jendela.
Sekolah-sekolah ditutup di seluruh wilayah UEA dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga hari ini.
Beberapa wilayah di pinggiran UEA mencatat curah hujan lebih dari 80 milimeter selama 24 jam hingga pukul 08.00 pagi ini.
Pusat Meteorologi Nasional juga mendesak warga untuk mengambil semua tindakan, menjauh dari daerah banjir dan genangan air. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 352 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 310 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 305 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun