Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Dubes Serbia Kunjungi Rumah Budaya Fadli Zon
padang panjang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Padang Panjang. Duta Besar Negara Serbia Jovan Jovanovic melakukan lawatan ke Rumah Budaya Fadli Zon, Aie Angek Sumatera Barat, membawa misi kebudayaan dan mengagumi keelokan Ranah Minang. Dubes bersama istri Sanja Jovanovic berada di Rumah Budaya sejak Sabtu (7/9) hingga Minggu (8/9).
Direktur Rumah Budaya Hj. Elvia Desita menyebutkan, kedatangan Dubes Serbia untuk Indonesia bersama istri itu dalam rangka kunjungan balasan Pemerintah Serbia ke Indonesia. Tahun lalu, sebut Elvia, Budayawan Fadli Zon bersama Sastrawan Taufiq Ismail dan rombongan mengunjungi Serbia yang juga membawa misi seni-budaya Indonesia ke negara itu.
“Ini kunjungan pertama Dubes Serbia sebagai balasan kunjungan Budayawan Fadli Zon dan Sastrawan Taufiq Ismail yang datang ke Serbia tahun lalu. Sebelumnya juga pernah berkunjung Dubes Kroasia,” kata Elvia Desita yang juga caleg untuk DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Gerindra Dapil 5 (Payakumbuh dan 50 Kota), Minggu (8/9) di Rumah Budaya Fadli Zon, Jl. Raya Padangpanjang-Bukittinggi, Km. 6, Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Dubes Serbia Jovan Jovanovic pada kesempatan itu menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam Ranah Minang yang baru pertama kali ia kunjungi.
“Saya sudah lama terkesan dengan Sumatera Barat, dan saya merasa sangat dekat dengan melihat kesenian-kesenian dari daerah ini di berbagai event pertunjukan yang telah mendunia,” ujarnya didampingi istri, Sanja Jovanovic.
Satu fakta yang dilihatnya ada kesamaan alat musik tradisional Minang dengan alat musik tradisional di Serbia. Jika di Minang ada alat musik semisal saluang, bansi dan rabab, di Serbia juga memiliki alat musik yang sama walau nama berbeda.
“Alat musik ini mirip sekali, dan banyak persamaannya,” ungkap Jovan Jovanovic yang baru 1,5 tahun menjabat sebagai Dubes Serbia untuk Indonesia.
Terkait perhatian pemerintah Serbia terhadap perkembangan kesenian tradisional, dikatakan Jovan Jovanovic, negara itu memiliki perhatian tersendiri untuk
mempertahankan dan membesarkan seni tradisi. Di Serbia, ada 10 etnis yang masing-masingnya mempunyai aset seni tradisi yang berbeda-beda.
“Masing-masing etnis ini juga mempunyai Dewan Etnis yang tugasnya membangun komunikasi antara kelompok etnis dengan pemerintah,” jelasnya.
Hubungan Indonesia-Serbia, menurut Jovan Jovanovic, selama ini cukup baik. Indonesia adalah salah satu negara anggota Gerakan Non Blok (GNB). Pertemuan pertama GNB terjadi di Beograd ibu kota Serbia pada September 1961 dan dihadiri oleh 25 anggota, masing-masing 11 dari Asia dan Afrika bersama dengan Yugoslavia, Kuba dan Siprus. Kelompok ini mendedikasikan dirinya untuk melawan kolonialisme, imperialisme dan neo-kolonialisme. Tahun 2014, Serbia-Indonesia akan melakukan kegiatan seni-budaya dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Beograt-Jakarta.
Dubes Serbia Jovan Jovanovic juga menyampaikan terima kasih kepada Rumah Budaya Fadli Zon yang telah mengundangnya secara pribadi bersama istri. Dia mengagumi Rumah Budaya yang berada di antara kaki dua gunung berpanorama indah, yaitu Singgalang dan Merapi. Dia juga berjanji akan datang kembali dengan membawa grup kesenian dari Serbia untuk melakukan pertunjukan di Rumah Budaya. (bbn/prl)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun