Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Energi Berbasis Ombak, Swedia Ajak NTB Kerja Sama
BERITABALI.COM, NTB.
Pemerintah Swedia memutuskan untuk mengajak Universitas Mataram (Unram) dalam mengembangkan sumber daya energi berbasis alam dengan membuat diskusi Renewable Energy and Low Carbon Workshop di Gedung Rektorat Unram, Jumat (26/8).
Pemerintah Swedia kini telah berhasil mengembangkan teknologi pembangkit tenaga listrik yang berasal dari gelombang laut. Swedia memilih NTB, karena memiliki potensi laut yang besar untuk dimanfaatkan menjadi energi. Terlebih di wilayah Selat Lombok.
Rektor Unram, Prof Ir Bambang Hari Kusumo M Agr St PhD mengatakan, Pemerintah Swedia memiliki ide untuk mengembangkan sumber daya yang mengandalkan energi dari alam, salah satunya wave energy, yaitu energi yang dapat dihasilkan dari gelombang laut.
“NTB memiliki potensi yang besar sama sekali dalam pemanfaatan renewable energy resources,” ungkap Bambang.
Menurut Bambang, proses kerja sama dengan pemerintah Swedia cukup menjanjikan lantaran NTB, secara konsisten memiliki gelombang laut yang tinggi. Ia berharap agar proses kerja sama tersebut berjalan lancar. Mengenai lokasi pengembangan, masih belum diputuskan.
“Sebab, kami masih menjalin proses diskusi dengan Pemerintah Swedia. Kemungkinan, akan terlaksana di Selat Lombok,” papar Bambang.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Dr Sitti Rohmi Djalillah yang turut hadir dalam diskusi Renewable Energy and Low Carbon Workshop mengatakan sangat tertarik akan ajakan kerja sama dari Pemerintah Swedia lantaran NTB memiliki komitmen yang tinggi terhadap pelestarian lingkungan.
“NTB memiliki destinasi alam yang cukup menarik. Jadi, apabila tidak diperhatikan, kami akan mengalami kerugian yang besar,” ungkap Rohmi.
Dalam diskusi tersebut, Rohmi memaparkan soal komitmen NTB mengenai Net Zero Emissions pada 2050 mendatang. Untuk menyongsong itu, Pemerintah Provinsi mesti menempuh tiga cara.
“Yakni tidak menggunakan energi yang berbasis fosil and fuel, penanaman yang digencarkan melalui program NTB Hijau, serta terus melakukan program pemilihan dan pemilahan sampah melalui NTB Zero Waste,” terang Rohmi.
Menurut Rohmi, ketiga cara tersebut tentu akan dibantu oleh para akademisi, termasuk dari Universitas Mataram dan berbagai perguruan tinggi yang terdapat di NTB.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2350 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan