Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Fenomena Botol Merah Usir Anjing, Ahli Tegaskan Tak Efektif
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Fenomena botol air mineral berisi cairan merah yang dipasang di pinggir jalan, trotoar, hingga depan rumah semakin marak di sejumlah wilayah Bali, termasuk di Kabupaten Gianyar.
Di beberapa titik seperti Banjar Blangsinga, Desa Saba, dan Banjar Belaluan, Desa Singapadu Tengah, deretan botol merah berjajar rapi seolah menjadi “penjaga” lingkungan.
Warga percaya pantulan cahaya dari air berwarna merah dalam botol dapat mencegah anjing buang air sembarangan di sekitar lokasi. Keyakinan ini membuat fenomena botol merah terus meluas ke berbagai daerah.
Namun, Kepala UPTD Puskeswan III Gianyar, drh. I Nyoman Arya Dharma, yang juga anggota Tim KIE PDHI Bali dan Ketua HKTI Gianyar, menegaskan belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan efektivitas botol merah tersebut.
“Anjing lebih dipengaruhi oleh aroma, kebiasaan, dan penandaan wilayah. Bukan oleh cahaya atau warna air merah,” jelasnya seizin Kepala Dinas Pertanian Gianyar, Ir. Anak Agung Putri Ari.
Menurutnya, fenomena ini lebih banyak berakar pada kebiasaan turun-temurun atau efek psikologis visual bagi pemilik rumah.
“Pemilik merasa sudah melakukan upaya perlindungan, walaupun pengaruhnya terhadap perilaku anjing tidak jelas,” tambahnya.
Meski tidak terbukti secara ilmiah, fenomena botol merah menunjukkan keresahan warga terhadap masalah kebersihan lingkungan, khususnya kotoran anjing liar di area pemukiman.
Arya Dharma menyarankan solusi yang lebih masuk akal dan berkelanjutan, seperti edukasi pemilik hewan agar lebih bertanggung jawab, penyediaan area khusus anjing di wilayah padat penduduk, pemanfaatan aroma alami yang tidak disukai anjing, hingga vaksinasi serta pengawasan populasi anjing.
“Fenomena botol merah memang menarik, tapi yang lebih penting adalah edukasi dan solusi nyata. Kebersihan lingkungan hanya bisa terjaga bila ada kesadaran bersama,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan