Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Gede Robi Navicula Serukan Kembali ke Kebudayaan Asli Bali, Pertanian
BERITABALI.COM, BADUNG.
Menghadapi sektor pertanian di Bali SDM-nya semakin terkikis, Gede Robi, vokalis Navicula Band menyerukan masyarakat Bali kembali ke kebudayaan asli Bali yaitu bertani.
[pilihan-redaksi]
Hal ini diungkapkannya saat tampil dalam peluncuran produk Black Mayva dari Varash beberapa waktu lalu di Nusa Dua, Badung. Sebelum menggeber lagu "Metropolutan", Robi memberikan pengantar lagu yang menyentil dimana SDM yang bergerak di pertanian di Bali hanya sekitar 3%. Selain menghadapi SDM yang semakin sedikit, pertanian juga dihadapkan pada biaya produksi yang semakin membengkak.
"Alangkah bagusnya jika sampah sebesar 3.000 ton di Denpasar dan 10.000 ton seluruh Bali diolah menjadi organik dan dijadikan pupuk subsidi bagi para petani, mari kita bangkitkan kebudayaan asli Bali, yaitu sektor pertanian karena kita adalah bangsa petani," sebutnya.
Disamping itu, dalam lagu "Warna-Warni Kita Menjadi Satu" Gede Robi juga sempat menyentil perilaku generasi muda yang saat ini gemar nongkrong tetapi tidak membahas hal-hal besar seperti apa yang dilakukan para pendiri bangsa terdahulu saat kuliah.
"Nongkrong sih masih, tapi apa yang kita bicarakan, jadi selama bangsa Indonesia merdeka, kita hanya jalan di tempat, lebih sulit mengisi kemerdekaan daripada merebut kemerdekaan," sindirnya.
Kendati demikian, sindiran itu menjadi pesan dari ribuan penonton yang hadir dalam acara tersebut. Antuasisme penonton juga merasa bersemangat saat Navicula memberikan beberapa lagu lainnya seperti, "Saat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti", "Mafia Hukum" dan lainnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 634 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 517 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan