Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
Hari Ketiga, Dua Korban Longsor Pelaga Belum Ditemukan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pencarian dua pengunjung yang hilang akibat tanah longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, belum membuahkan hasil hingga hari ketiga, Rabu (4/11/2026).
Longsor yang terjadi pada Minggu malam (1/11/2026) tersebut menimbun satu unit tempat menginap di kawasan glamping. Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengatakan, tim gabungan masih melakukan pencarian secara intensif.
"Jadi upaya dari Satgas gabungan Tim pencarian dua pengunjung di camping Plaga Eco Park saat ini masih intensif dilakukan pencarian secara maraton namun memang sampai hari ini telah diupayakan secara maksimal namun belum dapat menemukan dua pengunjung yang saat ini masih hilang," jelasnya, Rabu (4/11/2026) di Badung.
Pencarian akan terus dilanjutkan dengan melibatkan instansi terkait. Kapolres berharap dua pengunjung tersebut dapat segera ditemukan.
Jadi akan dilanjutkan terus dengan sinergitas instansi terkait. Mohon doanya astungkara satu hari atau dua hari ke depan ini kita bisa menemukan dua pengunjung yang masih belum ditemukan," .
Material Longsor Hambat Pencarian
Sejumlah kendala dihadapi tim gabungan dalam pencarian korban, di antaranya material tanah longsor dan bebatuan di aliran sungai sekitar lokasi.
"Sudah berapa hari dilakukan dengan cuaca mendukung. Namun memang banyaknya tanah longsor dibawa oleh curah hujan cukup tinggi, dan banyaknya batuan-batuan di aliran sungai tersebut. Menjadi salah satu faktor menghambat dalam upaya pencarian dari tim gabungan," ucapnya.
Pencarian dilakukan di sejumlah titik, mulai dari sekitar lokasi camping hingga kawasan bendungan. Tim menyisir jalur aliran sungai sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer serta tiga titik di area bendungan.
"Sejauh ini tadi masih diseputaran lokasi dari pada camping di bawah arus, kemudian di sepanjang jalur dari lokasi camping sampai ke ujung bendungan kurang lebih 2 km setengah. Kemudian di area bendungan itu, ada tiga titik kita lakukan pencarian sampai saat ini," terangnya.
Pencarian Masih Menggunakan Peralatan Manual
Kapolres menyebutkan, tim belum menggunakan alat berat karena kondisi medan tidak memungkinkan untuk membawa peralatan tersebut ke lokasi pencarian.
"Tentunya didukung oleh ada alat pompa, kemudian sekop, parang, cangkul, semua didukung oleh alat-alat tersebut. Sejauh ini alat berat belum karena, memang medannya tidak mendukung untuk dibawa ke alat berat. Jadi, masih alat konvensional. Tapi, mudah-mudahan nanti dengan sudah berapa titik kita maksimalkan dalam pencarian, mudah-mudahan bisa menemukan dua pengunjung yang hilang tersebut," paparnya.
Tim gabungan terus memaksimalkan pencarian di seluruh titik yang telah ditentukan. Kapolres berharap kedua korban dapat ditemukan dalam waktu dekat.
"Tentunya dimaksimalkan.Tidak sampai 1 minggu, mudah-mudahan.Mohon doanya dari masyarakat.Dua pengunjung tersebut masih belum kita temukan, bisa kita temukan nantinya," harap Edward Purba.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 613 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 499 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan