Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Gelar Diskusi, Mahasiswa Buleleng Soroti Pendidikan, Infrastruktur hingga Bencana
BERITABALI.COM, BULELENG.
Aliansi mahasiswa di Buleleng yang terdiri dari KMHDI, HMI, GMKI, IMM, PMII, GMNI serta sejumlah BEM perguruan tinggi menggelar diskusi bertajuk September Cerah, Minggu (20/9/2026) malam.
Diskusi yang digelar di halaman Gedung Wanira Laksmi Graha, kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Buleleng, tersebut membahas sejumlah persoalan daerah, mulai dari pendidikan, kebencanaan, lingkungan hingga infrastruktur.
Koordinator kegiatan yang juga Ketua KMHDI Buleleng, Komang Dia Damayanti, mengatakan September Cerah menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pemerataan pendidikan. Mahasiswa mendorong agar fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga tersedia di desa dan pelosok Buleleng.
“Tidak hanya di kota saja yang pendidikannya bagus dan fasilitasnya bagus. Kami juga menuntut pemerataan pendidikan di desa-desa, termasuk ketersediaan tenaga pendidik,” ujarnya.
Mahasiswa Pertanyakan Kesiapan Hadapi Bencana
Selain pendidikan, mahasiswa menyoroti persoalan kebencanaan di Buleleng. Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah mengalami kebakaran. Di sisi lain, musim hujan juga mulai mendekat sehingga kesiapan pemerintah menghadapi potensi bencana menjadi perhatian.
“Banyak sekali titik kebakaran khususnya di Buleleng. Sebentar lagi kita akan menginjak musim hujan. Di sinilah peran kami sebagai mahasiswa ingin menanyakan langkah yang disiapkan pemerintah terkait kesiapan bencana,” katanya.
Persoalan infrastruktur juga masuk dalam pembahasan. Mahasiswa meminta pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan wilayah pelosok Buleleng.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah perwakilan pemerintah dan kepolisian turut hadir. Mereka antara lain berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), unsur kebencanaan, Wakil DPRD Buleleng serta kepolisian.
Komang Dia mengatakan pemerintah merespons sejumlah isu yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, pemerintah menyampaikan telah memiliki rencana untuk menangani berbagai persoalan tersebut.
“Pemerintah sangat merespons baik terkait hasil diskusi ini. Pemerintah juga sudah melakukan ataupun membuat rencana terkait apa yang harus dilakukan ke depannya,” jelasnya.
Bupati dan Ketua DPRD Buleleng Tidak Hadir
Meski mendapat respons dari sejumlah unsur pemerintah, mahasiswa menyayangkan Bupati Buleleng dan Ketua DPRD Buleleng tidak hadir secara langsung dalam diskusi tersebut.
Mahasiswa berharap ke depan pemuda di Buleleng dapat diberikan ruang lebih besar untuk berkolaborasi dengan pemerintah sekaligus menyampaikan gagasan terkait pembangunan daerah.
“Kami berharap pemuda khususnya di Buleleng bisa dijadikan peran strategis dan diajak berkolaborasi untuk membantu pemerintah,” ungkapnya.
Komang Dia menegaskan mahasiswa tidak akan berhenti setelah kegiatan September Cerah. Berbagai isu yang telah disampaikan akan terus dikawal dan mahasiswa mempertimbangkan langkah lanjutan agar persoalan yang ada di Buleleng mendapat respons pemerintah.
“Kami tidak akan cukup sampai di sini, akan tetapi kami akan terus mengawal apa yang menjadi tujuan kami,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5676 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2527 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan