Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Gelombang Besar Hantam Candikusuma, Puluhan Warga Mengungsi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Gelombang besar setinggi hampir 5 meter disertai air pasang setinggi 2 meter menghantam kawasan pesisir pantai Candikusuma Kecamatan Melaya Jembrana Jumat (6/4) pagi. Akibatnya puluhan kepala keluarga harus mengungsi ke rumah kerabat, tetangga dan di tenda pengungsian.
”ombak mulai besar dari pukul 4 pagi mas, dan puncaknya gelombang besarnya dari jam 5 pagi,”ungkap seorang warga setempat. Selain menghancurkan puluhan rumah warga, gelombang besar juga menghancurkan jembatan yang digunakan untuk memancing. Menurut Yukaridiatin warga yang harus meninggalkan rumahnya karena air laut ke dalam mengaku takut dan was-was, dia harus mengungsi untuk sementara hingga gelombang laut kembali normal. ”saya harus mengungsi dulu, biar ombaknya normal lagi,” jelas Yukaridiatin.
Kesedihan juga dirasakan oleh Ibu Endang Fitriah yang rumahnya hancur disapu gelombang mengatakan, saat ini dia tidak memiliki tempat untuk tinggal. Dia harus mengungsi di gedung pasar desa setempat. ”sekarang saya tidak memiliki rumah, saya berharap pemerintah membantu untuk memberikan tempat tinggal,” kata Ibu endang. Hingga malam ini warga masih tinggal di tempat pengungsian, rumah kerabat dan tetangga.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan