Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Gempa M 4,6 Guncang Lombok, Warga Berhamburan Keluar
BERITABALI.COM, NTB.
Gempa cukup keras mengguncang Pulau Lombok pagi buta, Selasa (25/1). Getarannya dirasakan hampir seluruh warga menyebabkan penghuni rumah berhamburan keluar.
Rilis BMKG, guncangan gempa berkekuatan Magnitudo 4,6, terjadi pada pukul 05.14 WITA, dengan titik koordinat Lokasi 8.76 LS, 116.14 BT. Jarak gempa pada 10 Kilometer arah tenggara.
Pantauan Beritabali.com warga Sekarbela Kota Mataram turut panik. Gempa terjadi beberapa saat setelah adzan subuh berkumandang. Warga yang baru saja terbangun untuk Salat Subuh, berhamburan keluar rumah selamatkan diri. Sejumlah warga mengaku masih trauma dengan gempa pada tahun 2018 lalu.
PLH Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Eka Sri Sulistianingsih menjelaskan gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukan bahwa gempabumi memiliki mekanisme geser (strike-slip).
Getaran gempa bumi tidak hanya dirasakan di wilayah Lombok Barat, namun seluruh wilayah Lombok bahkan hingga ke sejumlah daerah di Bali juga merasakan getaran gempa bumi ini.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga hari Selasa (25/1) pukul 05.47 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1411 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1072 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 913 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 811 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik