Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Gempa M 5,5 Hantam Cina, 126 Rumah Hancur dan 21 Orang Luka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 menerjang Provinsi Shandong, timur Cina, pada Minggu (6/8).
Lembaga penyiaran CCTV melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 02.33 waktu lokal dan berpusat pada kedalaman 10 kilometer di Kabupaten Pingyuanm Kota Dezhou.
Sebanyak 21 orang terluka akibat gempa tersebut. Sementara itu, 126 rumah juga hancur diguncang gempa dini hari itu.
Dikutip Reuters, Cina Railway Group sampai harus menangguhkan operasi kereta api, termasuk kereta api Beijing-Shanghai dan Beijing-Kowloon akibat gempa ini.
Menurut The Strait Times, Kementerian Manajemen Darurat Cina meluncurkan tanggap darurat tingkat empat dan mengirim tim ke provinsi Shandong untuk memimpin pekerjaan penyelamatan, menurut kantor berita negara Xinhua.
Rekaman dari CCTV menunjukkan petugas penyelamat berseragam merah berbaris melewati tenda P3K yang telah didirikan di lapangan atletik sekolah yang dikelilingi oleh bangunan yang berhasil bertahan utuh usai diterjang gempa.
"Hanya bangunan tanah tua tertentu yang tidak berpenghuni yang runtuh," bunyi laporan CCTV.
"Beberapa dinding pembatas halaman telah runtuh dan rusak," bunyi laporan media tersebut CCTV.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4400 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1764 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1496 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 982 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 915 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun