Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Gerayangi Kantong, Pencopet Digebug Massa
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Nasib Apes yang dialami oleh Iwan Kasnadi (26) asal Banjar Pegayaman, Sukasada, Buleleng. Minggu (27/4) digebuk massa lantaran mencopet di Jaba Pura Kemenuh Kelod, Sukawati. Kejadian ini sendiri berawal dari korban A.A Meranggi asal Petak, Gianyar sedang membeli nasi di Jaba Pura Kemenuh yang kebetulan menggelar Upacara Agama.
Tiba-tiba saja sewaktu beli nasi, dirinya merasakan ada yang menggerayangi kantongnya, begitu secara spontan memegang tangan penggerayang dan menoleh kebelakang dirinya terkejut dan sadar kalau dirinya mau dicopet. Terkait kejadian ini, Gung Meranggi langsung memegang korban dan bersama warga setempat Iwan Kasnadi digebuki massa hingga babak belur dan berpura-pura pingsan, hingga pelaku di bawa ke Klinik, Mas, Ubud untuk kemudian diamankan di Mapolsek Sukawati.
Kapolsek Sukawati, AKP Dewa Made Adnyana ketika dimintai keterangannya membenarkan kejadian tersebut, bahkan lanjut pria ramah asal Klungkung ini, ketika dibawa ke Klinik Mas, pelaku sempat berpura-pura pingsan. Namun, begitu diolesi balsem langsung bangun. “Kini, pelaku kami amankan di Mapolsek Sukawati,“ ujar Kapolsek Muda belia ini.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3901 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3012 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2065 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2034 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1819 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun