Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Golkar Masuk Koalisi PDIP, Siapa yang Diuntungkan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Partai Golkar mulai realistis untuk tidak mengusung Aburizal Bakrie sebagai capres 2014. Bahkan, keinginan besar sejumlah kader adalah berkoalisi dengan PDIP. Apa keuntungan bagi PDIP kalau Golkar masuk?
Koalisi PDIP yang mengusung Jokowi sebagai capres, sudah berhasil merangkul Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kini Golkar disebut-sebut segera masuk, apalagi pada pertemuan Kamis (15/5/2014) ini, Aburizal Bakrie mengaku membicarakan keinginan Golkar ikut koalisi.
Pengamat politik Yana Syafrie mengatakan, wajar kalau Golkar berkeinginan merapat ke PDIP. Apalagi menurut penilaian, peluang Jokowi menang lebih besar ketimbang Aburizal Bakrie.
"Bagi Golkar saya kira sudah jelas, siapapun yang memimpin pemerintahan, Golkar tetap masuk gerbong pemerintahan. Dalam kamus Golkar tidak ada istilah oposisi. Setidaknya Golkar akan tetap mendapatkan kursi dari sekian posisi di kabinet," jelas Yana, Kamis (15/5/2014).
Menurut pengajar politik Fisip Universitas Muhammadiyah Malang ini, hitungan di atas kertas memang bisa menambah suara dari Jokowi. Namun, itu bisa saja tidak terjadi. Karena kontes pilpres berbeda dengan pileg.
Kata Yana, pilpres cenderung yang dilihat adalah sosok capres-cawapres. Kalau publik yang sebelumnya memilih Golkar tapi tidak suka dengan Jokowi, bisa saja mereka mengalihkan dukungannya ke Prabowo Subianto.
Namun, seandainya Golkar masuk dalam koalisi PDIP, namun yang paling diuntungkan adalah Partai Golkar sendiri. Bagi PDIP? Yani belum yakin.
"Jika mau menilai banyak mana (plus dan minus Golkar ikut koalisi PDIP) antara Golkar dan PDIP, tetap bagi Golkar banyak plusnya ketimbang minusnya," katanya.
Menurut dia, dukungan partai kepada calon, seperti dukungan Golkar ke capres Jokowi, bisa berjalan dengan baik kalau mesin politiknya juga jalan.
Diakuinya, saat pileg, mesin Golkar juga jalan, termasuk PKS yang cukup massif. Namun, untuk pilpres belum tentu, mengingat bukan kader Golkar yang diusung. Kader Golkar saja masih susah, itu bisa tercermin pada Pemilu 2004 dan 2009.
"Jika Golkar ini dua kaki, hitung-hitungannya yang penting masuk pemerintahan, jelas jauh dari signifikan," kata pimpinan pusat Pemuda Muhammadiyah ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4621 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan