Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Golput Kalahkan Perolehan Suara JK-Win
Negara
Kamis, 9 Juli 2009,
18:29 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak penyelenggara Pilpres rupanya belum membuat masyarakat Jembrana sumringah untuk mengikuti gelaran lima tahunan tersebut. Dari hasil penghitungan suara sementara, angka golput mencapai 53.275 pemilih, jauh di atas suara yang didulang oleh pasangan Jusuf Kalla-Wiranto yang hanya meraih 8.258.
Jika dibandingkan dengan gelaran Pileg lalu, angka golput ini meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah pemilih. Pada Pileg 2009 lalu angka golput mencapai 48.705 pemilih atau 24 persen dari jumlah pemilih yang mencapai 202.296.
Sedangkan pada gelaran Pilpres, jumlah pemilih dalam DPT mengalami peningkatan sebanyak 3.252 sehingga menjadi 205.548. Peningkatan jumlah pemilih dalam DPT juga diikuti peningkatan angka golput menjadi 26 persen atau mencapai 53.275 orang.
Bertambahnya jumlah golput hingga mengalahkan perolehan suara JK-Wiranto di Jembrana ini disinyalir lantaran dipengaruhi banyak faktor. Dugaannya, pemilih jenuh mengikuti pagelaran pesta demokrasi lima tahunan ini sehingga lebih memilih untuk tidak mencontreng.
Selain itu, mutasi penduduk, pemilih yang bingung memilih pasangan calon serta lantaran pemilih bekerja atau tinggal di luar Jembrana dan tidak bisa pulang kampung untuk mencontreng merupakan dugaan alasan lainnya.
Ketua KPU Jembrana Putu Wahyu Dhiantara, mengatakan, meski penghitungan suara sudah mendekati pasti namun perolehan suara masing-masing pasangan itu kemungkinan masih bisa berubah. Sebab kemungkinan perubahan suara masih mungkin terjadi lantaran ada protes atau perubahan hasil penghitungan dalam di tingkat PPK.
-uHal yang sama juga berlaku untuk golput karena ini hasil sementara jumlahnya bisa berubah entah itu berkurang atau bertambah, pastinya nanti setelah pleno KPU,- terangnya. (dey)
Jika dibandingkan dengan gelaran Pileg lalu, angka golput ini meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah pemilih. Pada Pileg 2009 lalu angka golput mencapai 48.705 pemilih atau 24 persen dari jumlah pemilih yang mencapai 202.296.
Sedangkan pada gelaran Pilpres, jumlah pemilih dalam DPT mengalami peningkatan sebanyak 3.252 sehingga menjadi 205.548. Peningkatan jumlah pemilih dalam DPT juga diikuti peningkatan angka golput menjadi 26 persen atau mencapai 53.275 orang.
Bertambahnya jumlah golput hingga mengalahkan perolehan suara JK-Wiranto di Jembrana ini disinyalir lantaran dipengaruhi banyak faktor. Dugaannya, pemilih jenuh mengikuti pagelaran pesta demokrasi lima tahunan ini sehingga lebih memilih untuk tidak mencontreng.
Selain itu, mutasi penduduk, pemilih yang bingung memilih pasangan calon serta lantaran pemilih bekerja atau tinggal di luar Jembrana dan tidak bisa pulang kampung untuk mencontreng merupakan dugaan alasan lainnya.
Ketua KPU Jembrana Putu Wahyu Dhiantara, mengatakan, meski penghitungan suara sudah mendekati pasti namun perolehan suara masing-masing pasangan itu kemungkinan masih bisa berubah. Sebab kemungkinan perubahan suara masih mungkin terjadi lantaran ada protes atau perubahan hasil penghitungan dalam di tingkat PPK.
-uHal yang sama juga berlaku untuk golput karena ini hasil sementara jumlahnya bisa berubah entah itu berkurang atau bertambah, pastinya nanti setelah pleno KPU,- terangnya. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026