Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Gubernur Angkat Bicara Soal Kisruh Penyeberangan Gili Tramena-Bali
BERITABALI.COM, NTB.
Polemik uji coba two gate system untuk penyeberangan dari dan ke Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapat tanggapan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah bahkan angkat bicara. Menurut gubernur, bahwa kebijakan One Gate System merupakan ikhtiar dari Pak Bupati Lombok Utara agar nuansa Pulau Lombok turut dicicipi oleh para wisatawan, tidak melulu soal Pulau Bali. Karena menurutnya, orang-orang di Pulau Lombok, ingin mengambil bagian dari kedatangan wisatawan dari Pulau Bali.
"Saya belum bertemu dengan Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu untuk membahas lebih lanjut penerapan One Gate System ini, " ujar gubernur Zul, Kamis (20/10).
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah mengeluarkan kebijakan penerapan One Gate System, yaitu kapal cepat tidak diperkenankan kembali mengangkut penumpang dari Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air) langsung menuju Bali.
Melainkan harus melewati Pelabuhan Bangsal. Selain dirasa ribet, wisatawan juga keberatan karena ada biaya tambahan lagi harus mereka keluarkan. Keputusan tersebut, sontak menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat.
Di satu sisi adanya kebijakan bati ini, karena masyarakat Kabupaten Lombok Utara kerap merasa tidak mendapatkan manfaat dari melimpahnya wisatawan yang datang ke Gili Tramena.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan segera mencari kebijakan yang dapat menguntungkan seluruh pihak, baik masyarakat sipil maupun wisatawan
“Menurut saya, kebijakan One Gate System merupakan ikhtiar dari Pak Bupati agar nuansa Pulau Lombok turut dicicipi oleh para wisatawan, tidak melulu soal Pulau Bali. Karena One Gate System merupakan kebijakan baru, saya rasa kegaduhan-kegaduhan yang terjadi merupakan hal yang cukup biasa,” ungkap Zulkieflimansyah.
Lebih lanjut, Gubernur menerangkan jika dinyatakan bahwa Pulau Lombok belum siap untuk menerima banyak wisatawan dari Pulau Bali menuju Gili Tramena merupakan hal yang dapat diragukan kebenarannya. Gubernur menyatakan jika segala sesuatu tidak dimulai untuk dibenahi atau diperbaiki, apapun hal tidak akan pernah siap.
“Maka dari itu, segala sesuatunya, termasuk pembangunan dan pembenahan infrastruktur, mesti terus dimulai. Perjalanan panjang harus selalu dimulai dengan langkah pertama. Pembenahan-pembenahan tetap harus dilakukan,” tandas gubernur.
Kebijakan penerapan One Gate System termaktub dalam Surat Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor: 043/447/dishub/2022 tentang Rekomendasi Titik Pemberangkatan Kapal Cepat.
Dan, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB juga meminta Bupati KLU, Djohan Sjamsu, agar melakukan evaluasi dan meninjau ulang kebijakan baru penyeberangan Gili Tramena - Bali.
"Kita minta supaya ditinjau dan dievaluasi kembali kebijakan itu,” kata Kepala Dispar NTB, H. Yusron Hadi.
Apalagi sambung Yusron, kebijakan itu juga mendapat penolakan dari masyarakat. Artinya ada sesuatu yang tersumbat. Yusron juga menyebutkan, saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan tiga gili cukup bagus.
“Kunjungan wisatawan ke gili sekarang ini sudah sangat luar biasa. Baik yang datang dari Bali maupun Lombok, NTB sendiri. Jadi ayo kita jaga situasi kondusif ini dengan baik, ciptakan kondusivitas dan kenyamanan bagi para wisatawan,” pintanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2084 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2046 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1823 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun