Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Bantu Tiga Bocah Bersaudara Tanpa Orang Tua Asal Ban
Senin, 5 September 2016,
19:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Kondisi 3 bersaudara asal Desa Ban, Karangasem yang hidup dalam suasana memprihatinkan tanpa kasih sayang kedua orang tuanya yang ramai dibicarakan di media cetak dan sosial tak luput dari perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Tim Humas Pemprov pun secara khusus menyambangi rumah ketiga bocah malang tersebut yang letaknya terpencil di Dusun Darmaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu-Karangasem, pada Senin (05/09).
Pada saat ditemui salah satu bocah tersebut, I Ketut Sana (12) sedang sendirian digubuknya yang kecil dan terletak di hamparan luasnya kaki Gunung Agung.
Ia menuturkan bahwa ayah mereka, I Nyoman Kokak, telah meninggal sejak dirinya masih berumur 7 tahun, sedangkan ibunya Ni Wayan Sriyani memilih untuk menikah lagi, dan meninggalkan mereka bertiga di rumah tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa, selama ini kebutuhan sehari-hari diperoleh dari kakak tertuanya yang bernama I Nengah Santa (16) yang merantau ke Negara untuk bekerja memetik cengkeh, disamping itu mereka juga mengandalkan bantuan dari beras miskin yang diperoleh setiap bulannya.
“Namun sekarang kakak saya Nengah Santa sudah tidak bekerja di Negara, jadi kami hanya mengandalkan dari bekerja serabutan membantu tetangga sekitar, baik memetik kelapa maupun mencari rumput”, ujarnya lirih.
Lebih lanjut, Sana yang saat ini masih duduk di bangku kelas 6 SD juga menceritakan bahwa adiknya Wayan Sudirta (4,5) saat ini tinggal bersama kakak tirinya I Wayan Sampun karena ia dan kakanya I Nyoman Ariya (14) yang masih duduk di kelas 2 SMP tidak bisa selalu menjaga adiknya dirumah.
“Jadi kami berdua meminta bantuan kakak tiri untuk menjaga adik saya Wayan Sudirta,” ucapnya.
Dengan kondisi tersebut, Ia mengakui banyak orang yang menawarkan untuk mereka tinggal di panti asuhan, namun karena keinginan ketiganya begitu bulat untuk mandiri dan menjaga rumah peninggalan satu-satunya dari ayah mereka, maka Ariya, sana dan Sudirta tidak bersedia untuk tinggal di panti asuhan.
Tim Biro Humas yang dipimpin oleh Kepala Bagian Publikasi Made Ady Mastika menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai dari Gubernur Bali, serta donasi dari Staf Biro Humas berupa uang tunai, pakaian bekas yangmasih layak pakai dan alat-alat tulis.
Babinsa Desa setempat I Negah Budiartana yang memndampingi Tim ke lokasi juga menambahkan bahwa sejumlah bantuan telah banyak diberikan ketiga bocah ini diantaranya dari Kementrian Sosial RI yang berjanji akan memberikan bantuan rehab rumah, dapur, kamar mandi, serta pengaliran listrik dimana saat ini masih diproses oleh Kepala Desa dan Perbekel Desa Ban untuk pengajuan proposal.
Ia berharap, dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi, kehidupan Ketut Sana dan saudaranya dapat menjadi lebih baik dan mereka bisa melanjutkan sekolah dengan tenang.[bbn/hms/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026