Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Soroti Kawasan Wisata Penelokan yang Kotor
Jumat, 4 Desember 2015,
09:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Kondisi Kabupaten Bangli yang Pendapatan Asli Daerahnya paling kecil diantara kabupaten/kota di Bali, sangat dipengaruhi dengan terbatasnya objek pariwisata yang dimiliki disamping kurang optimalnya pengelolaan objek-objek wisata yang sudah ada karena hal tersebut mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke Bangli.
Obyek wisata yang sudah ada, diantaranya Penelokan dan Penglipuran seharusnya terus dijaga dipelihara, baik dari segi kebersihan dan kerapian, serta penataan pedagang-pedagang yang berjualan di seputaran areal tersebut. Untuk itu diperlukan ketegasan sikap dari instansi-instansi terkait dalam penertibannya.
Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya saat mengadakan kunjungan kerja untuk kedua kalinya ke kabupaten Bangli di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bangli, Kamis (3/12).
“Bangli yang PADnya kecil, kalau berharap pariwisatanya maju sebagai salah satu sumber PAD, maka tatalah obyek-obyek wisata yang sudah ada dengan baik, jangan dibiarkan begitu saja. Yang bisa dijual hanya Penelokan dan pengelipuran, jadi tolong dijaga kebersihan, kerapian dan penataan dagang-dagangnya. Kedisiplinan kita memang kurang, jadi perlu ketegasan dalam menertibkan itu semua, tidak apa-apa kalau keras sedikit, toh itu semua demi Bangli. Kalau dibiarkan jorok seperti itu, mana ada tamu yang berminat. Tertibkan bangunan-bangunan yang menyalahi aturan, apabila ada restoran yang mangkrak dibongkar saja,” tegas Pastika.
Pastika juga meminta kepedulian dari masyarakat yang ikut mencari nafkah di objek wisata tersebut, untuk turut menjaga lingkungannya.
“Sepanjang objek wisata Penelokan saya lihat kotor sekali, yang dagang juga harus ikut bersihin, kalau tidak mau tutup saja dagangannya. Tolong ditangani itu, apa perlu saya kerahkan tenaga dari provinsi,” ujar Pastika.
Langkah serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli juga dituntut dengan langsung berkantor diseputaran areal obyek wisata Penelokan. Sehingga bisa langsung menyerap aspirasi, dan bisa memberikan tanggapan yang cepat terhadap keluhan-keluhan wisatwan.
“Dinas Pariwisata bisa ngantor di sana, jangan di sini. Tidak ada wisatawan yang berkunjung disini, bagaimana bisa memberikan tanggapan terhadap keluhan-keluhan mereka,” imbuhnya.
Dalam wawancaranya dengan awak media, Pastika juga menekankan pentingnya revolusi mental untuk mengubah kebiasaan para pejabat dan jajarannya yang bersifat priyayi untuk lebih melayani masyarakat dalam menghadapi setiap permasalahan, khususnya permasalahan anggaran yang diperuntukan untuk menata objek wisata di Bali. Menurutnya tidak semua permasalahan hanya berpatokan kepada anggaran, tetapi di satu sisi bisa diselesaikan dengan cara bergotong royong secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.
“Jangan anggaranlah dulu dipikir, datang dulu kesitu, rapi-rapi sendiri, bersih-bersih sendiri, pungutin sampah, tanam pohon. Coba tenaganya saat hari sabtu-minggu, bisa bekerjasama dengan polres, kodim, kerja kesana, bawa kue masing-masing. Kalau sudah sabtu-minggu dilaksanakan seperti itu, baru ngomongin anggaran. Provinsi pasti bantu, cuman jangan selalu nunggu itu dulu. Gerakan tangan, jangan jadi priyayi yang hanya duduk di kantor saja, itulah revolusi mental sebenarnya,” pungkas Pastika.
Untuk tindakan awal menghadapi permasalahan kebersihan dan penataan objek wisata di Bangli, Pastika juga menyarankan cara yang sederhana yakni Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Bangli secara bergiliran mengadakan kerja bhakti di objek-objek tersebut.
“Kami di Provinsi sudah melakukannya, 43 SKPD yang ada di Provinsi secara bergiliran membersihkan lapangan puputan renon,” ujar Pastika.[bbn/hms]
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026