Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Gubernur Soroti Kawasan Wisata Penelokan yang Kotor
Jumat, 4 Desember 2015,
09:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Kondisi Kabupaten Bangli yang Pendapatan Asli Daerahnya paling kecil diantara kabupaten/kota di Bali, sangat dipengaruhi dengan terbatasnya objek pariwisata yang dimiliki disamping kurang optimalnya pengelolaan objek-objek wisata yang sudah ada karena hal tersebut mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke Bangli.
Obyek wisata yang sudah ada, diantaranya Penelokan dan Penglipuran seharusnya terus dijaga dipelihara, baik dari segi kebersihan dan kerapian, serta penataan pedagang-pedagang yang berjualan di seputaran areal tersebut. Untuk itu diperlukan ketegasan sikap dari instansi-instansi terkait dalam penertibannya.
Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya saat mengadakan kunjungan kerja untuk kedua kalinya ke kabupaten Bangli di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bangli, Kamis (3/12).
“Bangli yang PADnya kecil, kalau berharap pariwisatanya maju sebagai salah satu sumber PAD, maka tatalah obyek-obyek wisata yang sudah ada dengan baik, jangan dibiarkan begitu saja. Yang bisa dijual hanya Penelokan dan pengelipuran, jadi tolong dijaga kebersihan, kerapian dan penataan dagang-dagangnya. Kedisiplinan kita memang kurang, jadi perlu ketegasan dalam menertibkan itu semua, tidak apa-apa kalau keras sedikit, toh itu semua demi Bangli. Kalau dibiarkan jorok seperti itu, mana ada tamu yang berminat. Tertibkan bangunan-bangunan yang menyalahi aturan, apabila ada restoran yang mangkrak dibongkar saja,” tegas Pastika.
Pastika juga meminta kepedulian dari masyarakat yang ikut mencari nafkah di objek wisata tersebut, untuk turut menjaga lingkungannya.
“Sepanjang objek wisata Penelokan saya lihat kotor sekali, yang dagang juga harus ikut bersihin, kalau tidak mau tutup saja dagangannya. Tolong ditangani itu, apa perlu saya kerahkan tenaga dari provinsi,” ujar Pastika.
Langkah serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli juga dituntut dengan langsung berkantor diseputaran areal obyek wisata Penelokan. Sehingga bisa langsung menyerap aspirasi, dan bisa memberikan tanggapan yang cepat terhadap keluhan-keluhan wisatwan.
“Dinas Pariwisata bisa ngantor di sana, jangan di sini. Tidak ada wisatawan yang berkunjung disini, bagaimana bisa memberikan tanggapan terhadap keluhan-keluhan mereka,” imbuhnya.
Dalam wawancaranya dengan awak media, Pastika juga menekankan pentingnya revolusi mental untuk mengubah kebiasaan para pejabat dan jajarannya yang bersifat priyayi untuk lebih melayani masyarakat dalam menghadapi setiap permasalahan, khususnya permasalahan anggaran yang diperuntukan untuk menata objek wisata di Bali. Menurutnya tidak semua permasalahan hanya berpatokan kepada anggaran, tetapi di satu sisi bisa diselesaikan dengan cara bergotong royong secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.
“Jangan anggaranlah dulu dipikir, datang dulu kesitu, rapi-rapi sendiri, bersih-bersih sendiri, pungutin sampah, tanam pohon. Coba tenaganya saat hari sabtu-minggu, bisa bekerjasama dengan polres, kodim, kerja kesana, bawa kue masing-masing. Kalau sudah sabtu-minggu dilaksanakan seperti itu, baru ngomongin anggaran. Provinsi pasti bantu, cuman jangan selalu nunggu itu dulu. Gerakan tangan, jangan jadi priyayi yang hanya duduk di kantor saja, itulah revolusi mental sebenarnya,” pungkas Pastika.
Untuk tindakan awal menghadapi permasalahan kebersihan dan penataan objek wisata di Bangli, Pastika juga menyarankan cara yang sederhana yakni Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Bangli secara bergiliran mengadakan kerja bhakti di objek-objek tersebut.
“Kami di Provinsi sudah melakukannya, 43 SKPD yang ada di Provinsi secara bergiliran membersihkan lapangan puputan renon,” ujar Pastika.[bbn/hms]
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5698 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2536 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026