Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Guru SMKN 3 Singaraja Ikuti Pelatihan Calon Asesor
BERITABALI.COM, BULELENG.
Untuk pertama kalinya di Bali, para guru SMK Negeri 3 Singaraja mendapatkan kesempatan menjadi calon asesor. Mereka mendapatkan pelatihan teknis dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi,
Tempat Uji Kompetensi Global PT Pal Surabaya dan Lembaga Sertifikasi Profesi, LMI.
Manajer eksekutif Lembaga Sertifikasi Profesi Logam Mesin, Hendra Pribadi menyebutkan, pelatihan asesor merupakan sebuah sistem untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia." Untuk menjadi seorang asesor, seseorang harus memiliki keterampilan dalam bidangnya tersendiri.
Untuk di Bali, pelatihan calon asesor mesin logam untuk pertama kalinya diikuti oleh para guru SMK negeri 3 Singaraja bersama guru SMK Denpasar dan seorang dari Surabaya,
" papar Hendra.Sementara itu, kepala bidang pendidikan menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Made Suarja mengakui kebijakan pemerintah pusat akan diteruskan di Kabupaten Buleleng.
Untuk tahun mendatang semua sekolah akan diberikan kesempatan dalam merekrut calon asesor. " Pelatihan teknis bagi calon asesor merupakan terobosan untuk memberikan kesempatan kepada para guru dalam meningkatkan fungsinya dari seorang pendidik menjadi penilai, " ungkapnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun