Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hama Tikus Serang Pujung Kaja, Petani Gagal Panen Tiga Musim

Kamis, 6 November 2025, 15:23 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Hama Tikus Serang Pujung Kaja, Petani Gagal Panen Tiga Musim.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Serangan hama tikus kembali menghantam sawah di Subak Pujung Kaja, Desa Sebatu, Tegallalang. Kondisi ini membuat sejumlah petani mengalami kerugian besar, bahkan ada yang gagal panen hingga tiga musim berturut-turut.

Pada Kamis (7/11), salah satu petani, Mangku Pande Made Rahajeng, menunjukkan kondisi sawahnya di Uma Kaja. Dengan nada pasrah, ia menjelaskan bahwa selama tiga kali musim panen, lahannya selalu menjadi sasaran tikus.

"Serangan kedua dan ketiga lebih parah lagi karena padi masih hijau sudah rusak," terangnya.

Tidak hanya sawah miliknya, lahan petani lainnya hingga pekaseh juga mengalami kondisi serupa. Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari pembersihan area sawah, parit, hingga gotong royong untuk menutup sarang tikus, namun hasilnya tetap tidak maksimal.

"Kami coba sejumlah solusi bahkan membersihkan areal sawah secara bergotong royong mulai dari areal parit dan areal yang kerap menjadi sarangnya. Namun tetap saja tak terkendali," sesalnya.

Yang memperparah situasi, para petani tidak mendapatkan santunan asuransi. Gianyar diketahui tidak mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tahun 2025 karena keterbatasan anggaran, padahal program pemerintah pusat ini ditujukan untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, dan serangan hama.

Kerugian material dan imaterial pun tak terhindarkan, sementara petani harus kembali bersiap memasuki musim tanam berikutnya dengan kondisi sulit.

Kadis Pertanian Kabupaten Gianyar, AA Putri Ari, ketika dikonfirmasi, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan.

"Besok kita akan turunkan petugas ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung ke subak tersebut," jelasnya singkat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami