Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Hancur Dihantam Ombak Setinggi 5 Meter
Bungkulan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Terjangan ombak yang menghantam pesisir Pantai Desa Bungkulan sejak tiga hari terakhir dan puncaknya minggu (10/2) mengakibatkan puluhan rumah nelayan hancur diterjang ombak setinggi 4 – 5 meter.
Ketut Sutra yang rumahnya hancur dihantam gelombang menuturkan, gelombang pasang sudah terjadi tiga hari belakangan. Namun tidak menyangka kalau ombak kian membesar dan menghancurkan rumahnya yang baru selesai dibangun.
‘’Kejadiannya tadi malam dini hari (10/2), ombak sudah naik. Setelah lewat jam dua belas, ombak semakin ganas dan mengancurkan rumah saya, terpaksa Kami sekeluarga mengungsi mencari tempat aman,” ungkap Sutra.
“Memang ombak mulai meninggi sudah tiga hari belakangan. Namun hal itu biasa seperti musim penghujan biasanya. Sebelumnya memang pernah sampai jauh ke dalam, tapi itu sekitar tiga tahun yang lalu. Nah sekarang ini kondisinya sangat parah hingga hampir seluruh rumah di kawasan pesisir hancur dihantam ombak,’’ ungkap Kepala Desa Bungkulan, Ketut Kusuma Ardana disela-sela meninjau warganya, Minggu (10/2).
Beberapa rumah nelayan yang sebelumnya berjarak 30-40 meter dari pantai nampak hancur berantakan. Hal ini menyebabkan hampir 80 KK yang mendiami kawasan pesisir pantai Desa Bungkulan harus mengungsikan barang-barang mereka.
“Yang paling parah kondisinya di Dusun Kubu Kelod, Desa Bungkulan. Di kawasan ini, semua rumah hampir hancur diterjang ombak. Bahkan, ombak semakin membesar hingga masuk ke dalam rumah. Tak hanya itu, sawah yang baru ditanami padi sekitar satu bulan lalu harus gagal panen lantaran terendam air laut,” papar Ketut Kusuma Ardana.
Ombak besar yang menghantam pesisir Pantai Bungkulan itu juga mengakibatkan sejumlah ruas lahan pertanian terendam air, selain itu empat kelompok nelayan masing-masing Kelompok Nelayan Mandala Kerti, Baruna Bharata, Gajah Mina, dan Dharma Kerthi tidak bisa melaut. Bahkan, perahu-perahu nelayan sudah lebih awal diparkir ke tengah bahkan hingga ke tengah sawah. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1356 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1035 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 877 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 779 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik