Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Harga Beras Naik di Bangli, Pemkab Diminta Turun Tangan
BERITABALI.COM, BANGLI.
Harga beras di Kabupaten Bangli terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring lonjakan harga bahan kebutuhan pokok di berbagai daerah, yang dipicu oleh gagal panen di sejumlah wilayah pemasok akibat cuaca buruk.
Pantauan di Pasar Kidul Bangli, Senin (28/7/2025), menunjukkan bahwa harga berbagai jenis beras terus meningkat.
Untuk beras premium, harga per kilogram yang sebelumnya Rp14.000 kini naik menjadi Rp16.000. Sementara itu, harga per sak isi 25 kilogram melonjak menjadi Rp390.000, dari sebelumnya hanya Rp350.000.
Kenaikan juga terjadi pada beras medium, dari harga semula Rp13.500 menjadi Rp14.500 per kilogram. Untuk pembelian per sak isi 25 kilogram, kini dibanderol Rp330.000 hingga Rp350.000, dari harga sebelumnya yang hanya Rp320.000 hingga Rp325.000, tergantung jenis berasnya.
Ni Wayan Sariasih, salah satu pedagang di Pasar Kidul Bangli mengaku harus menghadapi keluhan dari para pelanggan setiap hari.
"Sejak kenaikan yang terjadi tak sedikit saya harus menangani berbagai komplin dari pelanggan. Tapi saya juga tidak bisa berbuat banyak karena kenaikan ini juga sama terjadi di mana-mana," ujarnya.
Baca juga:
Cegah Beras Oplosan, Tim Gabungan Sidak ke Pasar Kidul Bangli
Ia menambahkan, karena beras merupakan kebutuhan pokok, masyarakat tetap harus membeli meski harganya makin mahal.
Kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya stok beras akibat banyak petani yang gagal panen. Hal ini berdampak pada pasokan dari daerah penghasil beras utama, sehingga memicu lonjakan harga di tingkat pedagang.
Baca juga:
Polda Bali Sidak Beras Oplosan, Ini Hasilnya
Dengan kondisi yang terus memburuk ini, pedagang dan masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan.
"Dengan terus melonjaknya harga beras di pasaran, diharapkan pemerintah segera mengambil langkah nyata agar kejadian ini tidak berlarut-larut. Karena dapat dipastikan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat," ujar Ni Wayan Sariasih.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5836 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan