Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Harga Sampah Rendah, Pengelolaan Bank Sampah Dusun Jempanang Belum Optimal
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Dusun Jempanang , Desa Belok Sidan, Badung telah membangun bank sampah sebagai alternatif pengelolaan sampah plastik. Namun pengelolaan bank sampah di Dusun Jempanang belum berjalan secara optimal. Hal ini diakui oleh pengelola bank sampah Dusun Jempanang I Wayan Widana saat ditemui di Dusun Jempanang pada Senin (17/9).
Menurut pria 2 orang anak ini, belum optimalnya pengelolaan bank sampah Dusun Jempanang dikarenakan kisaran harga sampah masih rendah. "Harga sampah plastik per kilogram dihargai seharga 200 rupiah", ujar Widana.
Widana mengungkapkan harga sampah yang rendah tersebut menyebabkan adanya persaingan harga dengan pemulung, sehingga nasabah memilih menjual sebagian sampah plastiknya ke pemulung setempat. "Nasabah hanya menabung plastik saja, barang barang yang masih bagus di bawa ke pemulung", ujar Widana.
Widana mengungkapkan bahwa perlu adanya sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat untuk menabung di bank sampah Dusun Jempanang agar nasabah bertambah dan Dusun Jempanang bebas dari semua jenis sampah plastik. Widana menuturkan alasan bank sampah dibangun di Dusun Jempanang karena di subak Dusun Jempanang terdapat program desa organik sehingga program tersebut bersinergi dengan pembangunan bank sampah.
Bank sampah Dusun Jempanang telah berjalan selama 8 bulan terhitung dari bulan Januari hingga September 2018. Namun dalam 8 bulan tersebut bank sampah mengalami penghambatan selama 2 bulan dikarenakan masalah tempat bank sampah. Sehingga tempat bank sampah dipindahkan di tempat lain yang masih di area Dusun Jempanang.
Tepat tanggal 4 September dilakukan pembangunan ulang bank sampah. Kader yang menjadi pemilah sampah di Bank sampah Dusun Jempanang berjumlah 8 orang. "Selama bank sampah berjalan sudah ada 45 nasabah", ujar Nyoman Runi selaku kader bank sampah.
Nyoman Runi juga memaparkan jenis sampah yang di tabung di bank sampah yaitu semua jenis sampah plastik, duplex, spons, sepatu boot, botol kaca dan bahkan potongan kayu seperti usuk dan reng.
Made Bisma Asta salah satu nasabah dari bank sampah Jempanang mengaku memilih menabung sampahnya ke bank sampah Jempanang untuk menabah penghasilan dan untuk mempermudah pembuangan sampah karena sebelum adanya bank sampah, pengolahan sampah dilakukan dengan cara dibakar. Sehingga bank sampah ini juga memberikan manfaat seperti pengurangan polusi udara dari pembakaran sampah tersebut.
Made Bisma Asta mulai bergabung menjadi nasabah bank sampah pada tanggal 4 Februari 2018. Sampai saat ini telah memiliki tabungan sebesar 13.000. [bbn/Arik Martyaningsih/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 584 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 457 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan