Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Hati-Hati, Tiga Risiko Ini Bisa Muncul Jika Nekat Bercinta Saat Haid
beritabali.com/cnnindonesia.com/Hati-Hati, Tiga Risiko Ini Bisa Muncul Jika Nekat Bercinta Saat Haid
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Berhubungan seks saat menstruasi menimbulkan sejumlah risiko yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan organ intim.
Seks adalah kebutuhan biologis setiap orang. Setelah menikah, seseorang boleh melakukannya dengan pasangan kapan saja selama sama-sama saling menginginkan, termasuk saat masa haid.
Pada dasarnya, tak ada larangan untuk bercinta saat menstruasi. Namun, aktivitas ini tak dianjurkan untuk dilakukan.
Dokter spesialis kulit dan kelamin Edwin Tanihaha mengatakan, pasangan harus tahu betul risiko yang bisa timbul jika tetap nekat bercinta saat haid.
"Alat kelamin kedua pasangan harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum berhubungan. Namun, risiko infeksi tetap ada," kata Edwin dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Risiko berhubungan seks saat menstruasi
Gairah seksual memang bisa muncul kapan saja, bahkan saat sedang haid. Namun sebelum mencobanya, terlebih dahulu Anda perlu tahu beberapa risiko berhubungan seks saat menstruasi. Berikut di antaranya.
1. Endometriosis
Risiko endometriosis bisa dialami wanita yang sedang haid dan melakukan hubungan seks. Kata Edwin, hal ini terjadi karena darah haid yang berkumpul di dalam rahim tidak bisa keluar saat penetrasi dilakukan.
Jika dibiarkan, endometriosis bisa berkembang menjadi tumor hingga kanker. Endometriosis juga bisa meningkatkan risiko infertilitas.
2. Infeksi menular seksual
Infeksi menular seksual (IMS) memang bisa terjadi pada siapa saja yang berhubungan seks tanpa pengaman dan tidak bersih, termasuk di antaranya saat haid.
Baca juga:
Apa Saja Bahaya Hubungan Seks di Usia 'ABG'?
Dokter spesialis kandungan Ni Komang Yeni Dhana Sari bahkan melarang wanita berhubungan intim saat haid. Pasalnya, aktivitas ini bisa memicu infeksi di dalam rahim.
"Enggak boleh [seks saat menstruasi] sama sekali. Karena pada saat haid, mulut rahim itu terbuka. Takutnya ada iritasi pada daerah vagina atau ada kuman dari luar yang terdorong masuk ke vagina akibat penetrasi penis," ujar Yeni, beberapa waktu lalu.
Mengutip Medical News Today, berikut beberapa IMS yang bisa menular lewat hubungan seks:
- klamidia,
- kutil kelamin,
- gonorea,
- hepatitis B,
- herpes,
- HIV,
- infeksi virus papilloma atau HPV,
- sifilis,
- kudis dan kutu kemaluan.
3. Tetap bisa hamil
Risiko berhubungan seks saat menstruasi satu ini perlu diperhatikan pasangan yang tengah menunda kehamilan. Pasalnya, meski dilakukan saat masa haid, seks juga bisa memicu kehamilan.
Menukil Everyday Health, Anda tetap bisa hamil saat berhubungan seks kala haid. Risiko kehamilan lebih mungkin terjadi pada wanita dengan siklus haid yang lebih pendek atau sekitar 21-24 hari.
Sperma dapat bertahan hidup di vagina hingga lima hari. Kehamilan bisa saja terjadi jika Anda berhubungan menjelang akhir periode menstruasi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1851 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun