Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Hujan Terus, Kopi Petani Pupuan Nyaris Membusuk
BERITABALI.COM, TABANAN.
Hujan yang terus mengguyur wilayah Pupuan membuat petani setempat resah. Pasalnya intensitas hujan yang tinggi itu membuat hasil panen kopi petani nyaris membusuk karena tidak mendapatkan sinar matahari.
Beberapa petani Pupuan mengatakan hal tersebut. Kami disini masih secara tradisional mengolah hasil panen. Saat panen seperti sekarang ini hujan terus mengguyur, kami tidak bisa mengeringkan kopi, jelas salah satu petani kopi Pupuan.
Meski kondisi ini tidak berpengaruh terhadap harga, namun sejumlah petani merasa khawatir kalau hujan terus turun sehingga memuat hasil panen menumpuk nyaris membusuk.Agar tidak mengalami kerugian, petani kopi di pupuan memilih menjual kopi mereka yang baru saja dipetik. Sedangkan untuk kopi yang kering yang sudah tidak ada kulitnya harga sementara per kilogramnya Rp 1.300.
Petani kopi pupuan pun berharap agar hujan tidak lagi turun sehingga proses pengeringan kopi dapat lebih cepat dilakukan. Dua hari kemarin sudah tidak ada hujan, mudah-mudahan terus ada matahari,harap petani lainya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 922 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 769 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 583 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 547 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik