Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ida Dewa Agung Istri Kania, Raja Klungkung Yang Dijuluki Raja "Berkepala Batu"
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Ida I Dewa Agung Istri Kania adalah raja Kerajaan Klungkung ke VIII (1814-1868). Raja adalah jabatan politis yang menempatkan seseorang pada posisi puncak atau tertinggi dari sebuah pemerintahan. Beliau dijuluki raja berkepala batu oleh Belanda, karena sangat kokoh memegang prinsip, dan tidak mau menyerah, atau terus-terusan mengadakan perlawanan kepada Belanda.
[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam sebuah artikel ilmiah yang ditulis oleh I Nyoman Sukartha dari Fakultas Ilmu Budaya UNUD Denpasar. Artikel tersebut berjudul “Ida I Dewa Agung Istri Kania: Raja, Feminisme, dan Pahlawan dari Klungkung” dan dipublikasikan dalam Dharmasmrti, Volume XVI, Nomor 1 tahun 2017.
Nyoman Sukartha menuliskan bahwa Ida Dewa Agung Istri Kania menjadi raja saat masih muda atau gadis. Prinsip beliau adalah, lebih baik mati dari pada menyerah dan dijajah oleh Belanda. Sebab menyerah berarti turunnya derajat kebangsawanan dan harga diri seorang raja.
Ketika pemerintahan Ida Dewa Agung Istri Kania, pada tahun 1849 Kerajaan Klungkung mengalami serangan atau intervensi militer Belanda di bawah pimpinan jenderal Miechels. Pada waktu itu belum ada wanita yang punya keberanian untuk berperang.
Berperang adalah tugas laki-laki. Namun, Ida Dewa Agung Istri Kania memimpin perlawanan melawan Belanda. Ini berarti bahwa, ada jiwa heroik atau patriotik pada beliau sebagai keturunan ksatria.
Lebih-lebih lagi dengan terbunuhnya top pimpinan Belanda Jenderal Miechels. Belanda yang menyerang Kerajaan Klungkung pada waktu itu bisa dikalahkan, sehingga pada tahun 1849 Kerajaan Klungkung tidak bisa dikuasai atau dijajah oleh Belanda.
Kerajaan Klungkung baru bisa ditundukkan oleh Belanda pada tahun 1908, atau setelah 57 tahun kemudian. Itu berarti waktunya sangat jauh dari masa kepemimpinan beliau, atau bukan pada masa kepemerintahan beliau.[bbn/ Dharmasmrti/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5978 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan