Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Idap Gangguan Jiwa, Sutami Gantung Diri
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Diduga lantaran mengalami gangguan jiwa, Ni Nyoman Sutami (45) warga Dusun Tibu Tanggang, Penyaringan, Mendoyo, Jembrana, ditemukan tewas gantung diri oleh anak bungsunya Komang Agus Robin Pratana (15).
Korban ditemukan tewas pada usuk di atas tempat tidurnya dengan selendang warna ungu, Rabu (10/12).Dari informasi yang dikumpulkan, ibu dengan 3 anak ini telah sejak lama menderita gangguan jiwa lantaran tekanan ekonomi yang dialaminya.
"Tekanan ekonomi membuat Sutami depresi kemudian mengalami gangguan jiwa," kata seorang sumber.Setelah mengalami gangguan jiwa, Sutami hanya bisa bengong saja dan terkadang ngoceh sendiri yang tidak jelas apa maksudnya.
"Setelah mengalami gangguan jiwa, Sutami hanya bengong saja bahkan terkadang berbicara sendiri," ujarnya.Untuk menyambung hidup keluarganya, suami Sutami bekerja sebagai buruh di Denpasar.
Kapolsek Mendoyo AKP Ketut Sukarta didampingi Kanit Reskrim Iptu Gusti Komang Sutina seijin Kapolres Jembrana mengatakan motif gantung diri Sutami diduga akibat korban mengalami gangguan jiwa."Dari hasil pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3023 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2070 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2043 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun