Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
IJTI Bali Minta Polisi Usut Pelaku Pemukulan Jurnalis Radar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali meminta Polda Bali untuk mengusut pelaku aksi pemukulan terhadap Yoyok Rahardjo, jurnalis Radar Bali. "IJTI Bali mengecam keras tindak kekerasan yang terjadi," kata Ketua IJTI Bali, Putu Setiawan. Putu Setiawan mengatakan, kasus pemukulan terhadap jurnalis, tidak bisa ditolerir. Sebab kerja jurnalistik telah dilindungi oleh Undang-undang. "Kami minta semua pihak menghormati dan menghargai kerja-kerja jurnalistik, sehingga tidak terjadi lagi kasus kekerasan terhadap jurnalis," tegasnya.
IJTI Bali meminta polisi memberikan perlindungan terhadap para jurnalis yang sedang menjalankan tugas. "Tidak boleh ada aksi kekerasan, apalagi dilakukan didepan seorang Gubernur Bali," katanya Terkait kasus pemukulan ini, IJTI Bali meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak main hakim sendiri demi keamanan dan kondusivitas Bali.
"Jika ada pihak yang tidak puas dengan isi pemberitaan di sebuah media, bisa menempuh prosedur sesuai dengan ketentuan dalam UU Pers, misalnya dengan memberikan hak jawab di media bersangkutan, bukannya main hakim sendiri dengan main pukul terhadap jurnalis. Rekan jurnalis juga kami minta agar selalu berpedoman pada kode etik jurnalistik dan jurnalisme damai , saat bertugas membuat liputan atau reportase terkait konflik antar kelompok di Bali, sehingga bisa memberi solusi, bukan malah memperkeruh konflik yang ada," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di wilayah hukum Polda Bali. Kali ini, peristiwa tersebut, menimpa Yoyok Rahardjo, jurnalis Radar Bali. Yoyok dipukul orang tak dikenal. Tragisnya, aksi pemukulan itu terjadi di depan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.
Peristiwa itu bermula ketika Yoyok menghadiri pertemuan dialog publik yang digagas Made Mangku Pastika menyikapi aksi demontrasi cap jempol darah bertuliskan "Penggal Kepala Mangku P". Aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa itu dilakukan oleh Jaringan Aksi Tolak Reklamasi (Jalak) Sidakarya Denpasar.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8301 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5735 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3583 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2426 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar