Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ingin Cepat, Malah Antri
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Niat PT. ASDP Ketapang untuk mempercepat proses pembelian tiket penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk dengan mengujicobakan penggunaan tiket elektrik justru malah menambah lama proses tersebut. Pasalnya, petugas yang melayani penjualan tiket tersebut belum terbiasa mengoperasikan komputer.
Pantuan di Pelabuhan Gilimanuk, petugas loket tampak kagok dengan pemberlakukan kebijakan mengganti tiket dalam bentuk karcis (kertas) dengan elektrik sebab semua dilakukan dengan komputer. Kagoknya para petugas dalam melayani penumpang membuat waktu pelayanan bertambah lama jika dibanding dengan mengunakan tiket karcis.
Kontan, lambatnya pelayanan tiket elektrik ini sangat mempengaruhi kelancaran kendaraan yang masuk pelabuhan sehingga antrian di depan loket tiket tidak terhindarkan. Sejumlah pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali tersebut mengeluhkan lambatnya pelayanan pembelian tiket tersebut.
”Pelayanan tiket elektrik ini lebih lama dibanding tiket biasa, selain menunggu tiket dari petugas loket lebih lama, kita juga harus menunggu portal dibuka untuk masuk pelabuhan,” ujar Iswanto.
Penumpang lainnya juga mengkhawatirkan lambatnya pelayanan di loket tiket ini akan berimbas pada panjangnya antrian kendaraan, utamanya saat musim mudik tiba. “Hari biasa saja sudah ngantre, kalau pelayanan tidak dipercepat, nanti saat arus mudik antrean bisa sampai hutan Sumbersari,” ujarnya.
Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban, ketika dikonfirmasi, Senin (13/7) mengaku kalau uji coba pengunaan tiket elektrik itu mengakibatkan pelayanan masih tersendat.
“Ini karena petugas loket yang belum terbiasa mengoperasikan komputer dan belum menguasai sistem sehinga belum bisa cepat. Sebelumnya mereka kan hanya mengunakan pulpen,” terangnya.
Namun, Ospar menegaskan uji coba tiket elektrik ini, memang untuk mencari kelemahan dari sistem yang ada agar segera bisa disempurnakan. “Sekaligus juga sebagai pembelajaran petugas tiket menggunakan komputer dan mengoprasikan programnya.
Nantinya, tambah Ospar, saat dilounching petugas loket sudah mahir mengoperasikan komputer dan bisa menguasai programnya untuk mempercepat pelayanan. Menurut Ospar, tiket elektrik ini mirip dengan tiket di jalan tol namun pihaknya masih tetap menyediakan tiket karcis untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu sistem komputer tiket elektrik itu error.
“Selain untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali, penggunaan tiket elektrik ini juga bertujuan untuk memperkecil penyalahgunaan tiket oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5963 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4662 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan