Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Insenerator Pemusnah Narkotika Pertama di Indonesia
BERITABALI.COM, NTB.
Terinspirasi dari mesin insinerator pengelolaan limbah berbahaya yang ada di Jawa Timur, Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB merilis mesin pemusnah barang bukti narkotika atau mesin insinerator pertama di Indonesia.
Mesin pemusnah narkotika yang diciptakan oleh Kepala BNN NTB, Brigjen Pol Gagas Nugraha ini dirilis di Universitas Mataram, Jumat (16/9). Mesin pemusnah narkotika cukup unik lantaran memiliki berbagai keistimewaan.
Brigjen Pol Gagas Nugraha mengatakan, mesin pemusnah narkotika diciptakan dilatarbelakangi oleh adanya suatu masalah, yaitu nihilnya alat pemusnah narkotika yang tersedia, baik di BNN NTB, maupun di Pemerintah Pusat.
“Kami selalu memusnahkan barang bakar melalui teknik bakar serta menggunakan alat blender. Oleh karena itu, saya menciptakan mesin pemusnah ini supaya lebih aman, mudah, murah, serta efisien,” ungkap Gagas.
Selain itu, Gagas menciptakan mesin insinerator lantaran terinspirasi setelah bertandang menuju Jawa Timur.
“Sewaktu kunjungan, saya menyaksikan mesin insinerator pengelolaan limbah berbahaya. Dari sana, saya mengerjakan berbagai hal yang diperlukan,” cerita Gagas.
Setelah beberapa waktu, terciptalah mesin incenerator perdana yang diciptakan oleh BNN di Indonesia dengan harga yang terjangkau. Gagas menciptakan mesin insenerator dengan menyiapkan uang sebesar Rp30 Juta. Kelebihan mesin tersebut dapat berpindah tempat.
Keunikan lain berupa konsep pembakaran mesin insenerator yang aman dari manusia. Manakala proses pembakaran, seluruh barang bukti yang dibakar akan turut dicampurkan di dalam tungku pembakaran dengan suhu mencapai 1.000 derajat celcius. Selepas itu, narkotika yang telah dibakar akan dicampur dengan air, kemudian menguap di cerobong atas mesin dan ke udara.
“Ini mesin yang aman. Selain itu, dapat memusnahkan limbah. Bahkan, sangat aman dan serbaguna,” papar Gagas.
Meskipun serbaguna serta terjangkau, mesin insenerator belum memiliki hak cipta. Gagas mengakui belum dapat memproduksi mesin tersebut secara masal.
“Bila terdapat pihak yang ingin memasang, saya bisa menciptakan lagi. Namun, saya mesti mematenkan hak cipta terlebih dahulu,” tandas Gagas
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4685 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2326 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan