Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Isi Liburan Sekolah, Pelajar SMP di Gerokgak Diajak Nyurat Aksara Bali
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tradisi “Nyurat” atau menulis Aksara Bali di daun lontar sudah sangat jarang ditemui. Terlebih kepada generasi muda Buleleng sekarang ini yang lebih tertarik dengan perkembangan teknologi digital.
Ditambah generasi muda terutama pelajar yang tengah memasuki libur panjang juga lebih condong melakukan kegiatan bermain ataupun bersantai menikmati liburan.
Melihat kondisi itu, Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Gerokgak bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Gerokgak menggelar Kriyaloka (pelatihan dan pembinaan) Nyurat Aksara Bali di Daun Lontar kepada pelajar SMP Negeri di Kecamatan Gerokgak, Selasa, (27/12), di Gedung Pertemuan Kantor Camat Gerokgak.
Hadir sebagai narasumber, Ketua Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Buleleng, Putu Pertama Yasa, S.Pd.,M.Pd., menyampaikan kegiatan Kriyaloka Nyurat Aksara Bali di daun lontar itu merupakan program kerja Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Buleleng sebagai upaya melestarikan tradisi dan budaya Bali khusunya kepada generasi muda di Buleleng.
“Kami melihat generasi muda masih awam menulis lontar. Pada jam pelajaran Bahasa Bali di sekolah juga masih minim dilakukan. Jadi kami bersinergi dengan pemerintah kecamatan untuk melakukan pendampingan dan pembinaan kepada generasi muda,” terangnya.
Pertama Yasa menambahkan, kegiatan Kriyaloka Nyurat Aksara Bali di daun lontar itu sengaja dilaksanakan di tengah-tengah liburan sekolah untuk mengisi waktu luang hari libur pelajar agar berkegiatan positif. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga telah dilakukan di wilayah Kecamatan Banjar.
Pihaknya berharap, melalui program-program yang telah dilakukan Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Buleleng dapat membangkitkan gairah generasi muda untuk turut serta melestarikan tradisi dan budaya Bali di tengah-tengah gempuran perkembangan teknologi digital.
“Kami berharap ke depannya kegiatan menulis aksara Bali di daun lontar kembali menjadi tradisi di kalangan masyarakat, terutama generasi muda kita. Kami sangat berharap semua pihak dapat mendukung program kami ini,” harap Pertama Yasa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1017 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 890 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 814 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 522 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun