Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Jasad Pemimpin Sekte India Disimpan Dalam Peti Es
Sabtu, 8 Juli 2017,
08:46 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, New Delhi. Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana, India mengizinkan para penganut sebuah aliran untuk tetap memuja Ashutosh Maharaj, pemimpinnya yang kini disimpan di sebuah peti es.
The Guardian mengabarkan Kamis (6/7/2017), izin itu diberikan, setelah pengadilan menolak permohonan putra Ashtosh Maharaj untuk melakukan kremasi pemimpin tersebut.
[pilihan-redaksi]
"Kami tidak tahu, kenapa pengadilan yakin bahwa Maharaj masih hidup, sehingga petisi kami ditolak," kata Dalip Kumar Jha, putra pemimpin agama itu.
Ashutosh Maharaj, pemimpin sekte Divya Jyoti Jagriti Sansthan meninggal dunia karena serangan jantung pada Januari 2014. Namun para pemeluk sekte Hindu itu, tak yakin hal itu terjadi. Sebaliknya, mereka percaya bahwa Ashutosh Maharaj yang meninggal dunia di usia 50-an tahun itu tengah bersemedi dalam kondisi yang sangat dalam sehingga terlihat seperti mati.
Menurut pemeluknya, bersemedi seperti itu, pernah dilakukan Ashutosh beberapa kali di Gunung Himalaya yang suhu udaranya di bawah nol. Karena itu, para pemujanya menempatkan jasad Ashutosh Maharaj ke dalam sebuah peti es, dan disemayamkan di pusat sekte itu di Kota Delhi, India.
Dalip Kumar Jha, putranya dan Puran Singh, bekas sopirnya menuntut agar jasad Maharaj itu dikremasi sesuai dengan adat Hindu yang berlaku. Mereka bahkan menuduh para simpatisan Sekte Divya Jyoti Sansthan itu memanfaatkan kematian Maharaj, guna menggalang dana lebih banyak lagi bagi perkumpulan mereka.
Maklum, Sekte Divya Jyoti Sansthan yang didirikan oleh Ashutosh Maharaj di Kota Jalandhar, Punjab pada 1983 itu punya jutaan pemuja yang tersebar di seluruh dunia. Mulai dari India, AS, Amerika Selatan, Australia, Timur Tengah dan Eropa, sehingga mereka memiliki properti di berbagai belahan dunia yang nilai totalnya mencapai $ 120 juta. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6022 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4693 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2352 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026