Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Jejak Pluralisme dan Industri Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kuta masa kini yang nampak adalah hingar bingar cafe, pub, surfing, dan gemuruh malamnya. Sangat sulit mendapatkan tawaran berwisata sejarah Kuta dari agen travelling atau bahkan karib sendiri. Salah satunya, karena jejak-jejak masa lalu Kuta mulai terkikis dan sumber informasinya pun minim.
Kuta bisa lebih berbangga hati karena dibesarkan oleh nilai-nilai pluralisme dari keberagaman etnis penduduknya dan saling pengertian. Nah, inilah pentingnya monumen pluralisme dan saling pengertian itu menjadi atraksi wisata tersendiri.
Soal pluralisme, amat banyak dan beragam jejak hidupnya. Misalnya tempat ibadah tempo dulu, kampung-kampung bugis, madura, dan lainnya. Penduduk multi etnis inilah yang kemudian mewarnai perdagangan dan industri Kuta kini. BBC mencoba napak tilas pada dua titik sejarah itu pada fieldtrip Sabtu (18/10).
Bali Blogger Community (BBC) adalah komunitas pengguna blog (jurnal online) yang anggotanya memiliki hubungan emosional dengan Bali. Terdiri dari berbagai profesi mulai dari ibu rumah tangga, dokter, mahasiswa, wartawan, desainer, dan lainnya.
Laporan : Luh De Suriyani untuk Kuta Karnival
Sumber Foto : www.alphalink.com
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli