Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Jelang Lebaran, Harga Cabai Lombok di Karangasem Makin Pedas
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Jelang lebaran, harga cabai lombok besar mulai merangkak naik di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Karangasem.
Seperti yang disampaikan oleh beberapa orang pedagang di Pasar Subagan dan Pasar Timur Amlapura pagi ini, Selasa (26/4/2022). Kenaikan harga cabai lombok mulai terjadi sejak tiga hari yang lalu.
"Kalo bawang merah dan bawang putih harganya masih sama, cuma Cabai lombok saja naik dari tiga hari lalu, " ujar Wayan Sri salah satu pedagang di Pasar Subagan, Karangasem.
Dari harga normalnya Rp.22 ribu rupiah per kilogramnya, di Pasar Subagan kini harga cabai lombok naik menjadi Rp.28 ribu per kilogramnya. Di Pasar Timur Amlapura, harga cabai lombok bahkan lebih 'pedas' dimana hari ini tembus diangka Rp30 ribu per kilogramnya.
"Kalau disini cabai lombok besar mulai naik hari ini, jadi Rp30 ribu perkilonya, harga normalnya Rp22 ribu per kilogramnya, " kata Nyoman Wati pedagang di Pasar Amlapura Timur.
Sementara itu, untuk jenis bumbu dapur lainnya seperti bawang merah, bawang putih dan cabai rawit harganya masih stabil dan belum ada peningkatan. Begitu juga dengan harga minyak, untuk jenis minyak curah masih di harga Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per botol mineral ukuran tanggungnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4301 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1459 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 951 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 886 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 775 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun