Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Junta Militer Diduga Penggal Dua Remaja Myanmar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tentara junta militer Myanmar diduga memenggal dua remaja Myanmar yang tergabung dalam kelompok perlawanan terhadap rezim tersebut.
Mengutip dari Radio Free Asia (RFA), dua jenazah remaja ditemukan dalam kondisi terpenggal dan diduga kuat menjadi korban kebrutalan militer Myanmar, demikian laporan dari pelapor khusus PBB.
Dua remaja yang menjadi korban pembunuhan sadis itu tercatat sebagai anggota Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) yang mencoba menyebar ranjau darat setelah dipukul mundur pasukan militer Myanmar di wilayah Sagaing.
Pemimpin PDF mengatakan kepada RFA, mereka ditangkap militer Myanmar dekat desa Nyaung Pin Kan pada 25 Februari dan dibunuh dua hari setelah dibekuk.
"Kami menemukan jenazah mereka pada pagi hari tanggal 27 Februari. Dari penampakannya terindikasi bahwa mereka dipenggal hidup-hidup oleh tentara Myanmar," ujar pemimpin PDF Myanmar.
Belakangan dua remaja korban pemenggalan itu teridentifikasi atas nama Pho Ke yang baru 17 tahun dan La Min Sein alias Pho Sein (15 tahun).
Bukti foto yang diperlihatkan kepada RFA menampakkan dua kepala remaja itu yang sudah terpenggal bersama badan yang berlumuran darah. Pemimpin PDF menerangkan tak ada satu pun luka tembak di tubuh dua remaja tersebut.
Tak ada satu pun warga desa yang bisa ditemui untuk dimintakan keterangan atas pembunuhan itu menyusul penyerbuan oleh pasukan junta Myanmar.
Aksi brutal yang dilakukan para tentara junta Myanmar disebut untuk menebar teror kepada orang-orang yang melakukan perlawanan terhadap rezim militer negara itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 640 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 526 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan