Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Jurus BI Kendalikan Inflasi Akhir Tahun di Bali yang Kerap Tinggi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Deputi Perwakilan Bank Indonesia GA Diah Utari mengatakan dalam upaya pengendalian inflasi memerlukan kerja sama seluruh komponen.
"Karena inflasi ini tugas kita bersama menjaganya dengan Pemda kemudian diharapkan kerja sama untuk pengendalian inflasi ini," jelasnya, Senin,(5/12) di Karangasem.
Dari sepengetahuannya, memasuki bulan November dan Desember inflasi selalu tinggi. Meski demikian, menurutnya, harga pangan telah mampu dikendalikan karena Pemerintah Kota dan Kabupaten terus melakukan operasi pasar di Bali.
"Dari BI meminta kepada TPID agar dapat memantau setiap harinya. Kita juga fasilitasi kerja sama antar daerah kalau ada daerah-daerah yang memang produk pangannya kekurangan selanjutnya dapat segera dipenuhi," paparnya.
Bank Indonesia juga dalam upaya pengendalian inflasi telah membagikan sebanyak 77 ribu bibit buah cabai dan beberapa buahnya telah dapat dipanen.
"Paling tidak adanya bantuan bibit cabai terutama untuk rumah tangga sedikit tidaknya dapat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga jadi tidak terpengaruh," katanya.
Dirinya menambahkan, harga cabai sudah turun dan beberapa harga barang harus diwaspadai kenaikannya seperti, daging ayam ras dan bawang merah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4410 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1835 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1504 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 989 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun